Jawa Pos Radar Lawu - Setiap tanggal 22 Oktober, gema takbir dan semangat kebangsaan bersatu dalam peringatan Hari Santri Nasional. Tanggal ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk mengenang peran besar para santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan.
Di balik sejarah itu, tersembunyi banyak tempat yang menyimpan kisah spiritual luar biasa — makam para ulama, pesantren tua, hingga masjid bersejarah di Jawa yang menjadi saksi dakwah Islam di Nusantara.
Bagi kamu yang ingin merayakan Hari Santri dengan cara berbeda, wisata religi bisa menjadi perjalanan penuh makna dan renungan.
1. Pesantren Tebuireng – Jombang
Di jantung Kabupaten Jombang berdiri Pondok Pesantren Tebuireng, pesantren bersejarah yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama.
Setiap Hari Santri, ribuan peziarah datang ke makam KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan para ulama besar lainnya.
Selain berziarah, pengunjung bisa menjelajahi Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari, yang menampilkan arsip perjuangan santri, benda pusaka, hingga dokumen sejarah perjuangan kemerdekaan.
Suasana pesantren yang teduh dan khusyuk menghadirkan pengalaman batin yang tak terlupakan.
Lokasi: Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang
Kegiatan menarik: Ziarah, doa bersama, tur museum, dan mengikuti pengajian umum saat Hari Santri
2. Masjid Agung Demak – Demak
Tak jauh dari pusat kota Demak berdiri Masjid Agung Demak, peninggalan bersejarah dari masa Kesultanan Demak yang didirikan oleh Walisongo. Masjid ini dipercaya dibangun oleh Raden Patah bersama para wali, termasuk Sunan Kalijaga.
Saat Hari Santri, ribuan jamaah datang untuk berziarah ke Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, lalu menunaikan salat di masjid ini.
Arsitekturnya yang khas,dengan atap tumpang tiga dan tiang saka guru dari kayu jati kuno,mencerminkan perpaduan antara spiritualitas dan kearifan lokal.
Lokasi: Alun-alun Demak, Jawa Tengah
Kegiatan menarik: Ziarah ke Kadilangu, salat berjamaah di masjid bersejarah, dan mengikuti kirab santri tahunan
3. Kawasan Makam Sunan Ampel – Surabaya
Kawasan Sunan Ampel di Surabaya menjadi magnet bagi para santri dan peziarah dari berbagai daerah. Makam Sunan Ampel, salah satu Walisongo, dikelilingi oleh Kampung Arab, pusat aktivitas budaya Islam yang masih hidup hingga kini.
Menjelang Hari Santri, kawasan ini semakin ramai. Suara shalawat dan lantunan Al-Qur’an menggema di sepanjang jalan menuju kompleks makam. Tak jauh dari sana, berdiri Masjid Sunan Ampel yang megah dan masih mempertahankan bentuk aslinya sejak abad ke-15.
Lokasi: Jalan Ampel Suci, Surabaya
Kegiatan menarik: Ziarah, wisata kuliner Timur Tengah, dan berbelanja pernak-pernik Islami
4. Pesantren Lirboyo – Kediri
Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga simbol pergerakan dan tradisi santri yang kuat.
Setiap Hari Santri, ribuan santri dan alumni berkumpul mengadakan kirab santri, pembacaan manaqib ulama, hingga pengajian akbar.
Bagi wisatawan, berkunjung ke Lirboyo menjadi pengalaman unik: melihat bagaimana kehidupan santri berlangsung, mengenal nilai-nilai kesederhanaan, disiplin, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.
Lokasi: Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur
Kegiatan menarik: Mengikuti acara Hari Santri, berinteraksi dengan para santri, dan berwisata ke tempat sekitar seperti Gunung Klotok dan Goa Selomangleng
5. Makam Syekh Siti Jenar – Cirebon
Meski sosoknya dikenal kontroversial, Syekh Siti Jenar memiliki tempat khusus dalam sejarah dakwah Islam.
Makamnya di Desa Lemahabang, Cirebon, kini menjadi lokasi ziarah sekaligus refleksi spiritual bagi banyak peziarah yang ingin merenungi makna hidup dan ketuhanan.
Setiap peringatan Hari Santri, beberapa komunitas ziarah mengadakan kegiatan doa bersama, diskusi spiritual, dan tahlilan di tempat ini.
Lokasi: Lemahabang, Kabupaten Cirebon
Kegiatan menarik: Ziarah, diskusi filsafat Islam, dan napak tilas sejarah Walisongo
Menjadikan Hari Santri sebagai Momentum Perjalanan Batin
Berwisata religi di Hari Santri bukan sekadar jalan-jalan, melainkan perjalanan hati. Setiap tempat menyimpan nilai: perjuangan, ilmu, dan keteladanan.
Di makam ulama, kita belajar tentang keikhlasan; di pesantren, kita menyaksikan semangat menuntut ilmu yang tiada henti; dan di masjid bersejarah, kita merasakan ketenangan iman yang mendalam.
Hari Santri mengingatkan kita bahwa cinta tanah air dan cinta ilmu tak bisa dipisahkan. Melalui perjalanan ini, setiap langkah menjadi doa, dan setiap tempat menjadi cermin bagi jiwa.(galuh-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid