Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Hari Ini, Ini Penyebab dan Prediksi Pergerakannya

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah.
Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah.

Advertisement

Jawa Pos Radar Lawu - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Mata uang Garuda bahkan menembus level psikologis baru di angka Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), menandai tekanan berat yang sedang dihadapi pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data pasar spot pada pagi hari, rupiah tercatat melemah hingga menyentuh kisaran Rp 18.003 hingga Rp 18.015 per dolar AS.

Advertisement

Angka ini sekaligus menjadi salah satu posisi terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Rupiah Melemah Dipicu Tekanan Global

Pelemahan rupiah tidak terjadi tanpa sebab. Faktor eksternal menjadi pemicu utama, terutama menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Selain itu, rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi turut memperkuat posisi dolar.

Data ketenagakerjaan dan indeks sektor jasa (ISM) yang positif meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.

Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat tajam dan memberikan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sentimen Domestik Masih Lemah

Tak hanya faktor global, kondisi dalam negeri juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang rupiah.

Sentimen pasar domestik yang cenderung negatif membuat pergerakan mata uang nasional semakin tertekan.

Advertisement
Editor : Mizan Ahsani
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Dolar AS Tembus Rp17.658, Benarkah Harga BBM dan LPG 3 Kg Akan Naik? Ini Penjelasan ESDM

Dolar AS Tembus Rp17.658, Benarkah Harga BBM dan LPG 3 Kg Akan Naik? Ini Penjelasan ESDM

Nilai tukar dolar AS menguat hingga Rp17.658 terhadap rupiah. Apakah harga BBM dan LPG 3 kg ikut naik?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer