Viral Ribuan Gerai Indomaret Tutup Massal Saat Libur Panjang, Ini Penyebab Sebenarnya

Jawa Pos Radar Lawu - Kabar penutupan ribuan gerai Indomaret secara serentak sempat viral dan menghebohkan publik.
Peristiwa ini terjadi pada momen libur panjang akhir Mei 2026, tepatnya dari Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026), bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila dan menjelang Idul adha.
Fenomena ini menjadi sorotan karena berdampak langsung pada layanan ritel di berbagai daerah.
Tercatat sekitar 6.546 gerai Indomaret menghentikan operasional sementara dan kembali buka secara normal mulai Selasa (2/6/2026).
Kronologi: Berawal dari Aksi Protes Pekerja
Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa penutupan ini berkaitan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pekerja.
Pada Selasa (26/5/2026), massa dari PUK SPAI PT Indomarco Prismatama Tangerang menggelar aksi di Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Aksi tersebut dipicu oleh kebijakan internal perusahaan yang diduga mengganti kompensasi upah lembur pada hari libur dengan tambahan hari libur (off tambahan).
Dalam aksi itu, pekerja menyampaikan sejumlah tuntutan penting, di antaranya:
- Menolak segala bentuk tekanan terhadap pekerja
- Menuntut hak upah lembur dalam bentuk materi
- Menolak penggantian lembur dengan off tambahan
- Mendesak kepatuhan terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan
- Meminta pengusutan dugaan intimidasi oleh oknum manajemen
- Menjaga hubungan industrial yang sehat
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Hari Ini, Ini Penyebab dan Prediksi Pergerakannya
Penyebab Utama: Tidak Ada Karyawan yang Bertugas
Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN), Iwan Kusnawan, menjelaskan bahwa penutupan gerai bukan semata aksi mogok massal, melainkan akibat tidak adanya karyawan yang bertugas saat hari libur nasional.
Hal ini merupakan bagian dari kesepakatan antara manajemen dan pekerja, di mana karyawan yang memilih tidak masuk kerja pada hari libur nasional tidak diwajibkan untuk tetap bekerja.



