PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Dari sekadar hobi menanam melon, Widita Arwinda, seorang ibu rumah tangga asal Surabaya Utara, sukses mengembangkan agrowisata petik melon di Desa Sumoroto, Ponorogo.
Berkat penerapan teknologi modern, kebun Taman Idjo Farm miliknya kini menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian banyak orang.
Dita, sapaan akrabnya, memiliki latar belakang teknik sipil dari ITS. Dengan modal awal lebih dari Rp 130 juta, ia merancang sendiri smart greenhouse untuk membudidayakan melon berkualitas tinggi.
Greenhouse seluas 270 meter persegi ini memanfaatkan lahan kosong milik mertuanya yang berada tepat di belakang rumahnya.
"Kalau membangun tanpa perhitungan yang matang, hasilnya bisa tidak sesuai harapan. Semua struktur dan desain saya hitung dengan cermat," ujarnya.
Teknologi Canggih di Taman Idjo Farm, Ponorogo
Tidak seperti kebun konvensional, perkebunan melon Dita menerapkan sistem hidroponik fertigasi tetes dengan kontrol IoT (Internet of Things).
Teknologi ini memungkinkan pemantauan kelembapan dan kebutuhan nutrisi tanaman melalui smartphone.
"Melon itu manja seperti bayi. Perlu perhatian ekstra agar kualitasnya tetap terjaga," jelas Dita. Oleh karena itu, sterilisasi greenhouse sangat diperhatikan, termasuk melarang pengunjung masuk sebelum waktu panen tiba.
Dengan metode modern ini, Dita berhasil membudidayakan tiga jenis melon unggulan, yaitu Golden Luna dan Golden Kinasih.
Melon-melon ini ditanam sejak Agustus dan siap dipanen pada Jumat, 25 Januari mendatang.
Wisata Berbasis Edukasi di Ponorogo
Agrowisata petik melon ini sudah memasuki musim panen batch kedua, setelah sukses besar di panen batch pertama yang menghasilkan 1,1 ton buah.
Tidak ada tiket masuk bagi pengunjung, cukup membayar Rp 25.000 per kilogram melon yang dipetik sendiri.
"Golden Luna lebih manis dan renyah, makanya pengunjung selalu meminta ditanam ulang," ungkap Dita. Untuk batch ketiga, ia berencana menggunakan benih melon impor dari Jepang yang kualitasnya lebih unggul.
Dita berharap Taman Idjo Farm bisa menjadi pionir agrowisata berbasis teknologi di Kabupaten Ponorogo serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
"Dengan modal dan persiapan yang matang, saya ingin terus mengembangkan bisnis ini agar bisa bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya. (salsa-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid