Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dulu hanya Tempat Cari Rumput Pakan Ternak, Kini Jadi Wisata Andalan, Belajar dari Desa Gondowido, Ngebel, Ponorogo Kembangkan Ngambang Tirto Kencono

Nur Wachid • Minggu, 28 Januari 2024 | 20:15 WIB
MENAWAN: View Telaga Ngebel dinikmati dari Ngambang Tirto Kencono di Desa Gondowido, Ngebel, Ponorogo. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
MENAWAN: View Telaga Ngebel dinikmati dari Ngambang Tirto Kencono di Desa Gondowido, Ngebel, Ponorogo. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Siapa sangka, destinasi wisata Ngambang Tirto Kencono, Ngebel, Ponorogo, semula hanya tempat untuk mencari rumput.

Adalah Samuri, 42, warga Desa Gondowido, Ngebel, yang nekat memasuki rimbunnya hutan pinus di desanya 2019 lalu.

Saat itu lokasi jauh dari pemandangan di Ngambang Tirto Kencono saat ini. 

Dia yang Bendahara BUMDes Gondowido tergerak saat pemerintah desa (pemdes)-nya berencana mengembangkan desa wisata.

''Dulu, jalannya masih setapak yang biasa dilewati pencari rumput untuk pakan ternak,'' kata Samuri.

Lahan di bibir bukit menghadap barat itu dikembangkan secara mandiri.

Tanpa melibatkan arsitektur. Diawali dengan pemasangan paving di sepanjang jalan setapak itu.

Pemdes didukung penuh perhutani selaku pemangku lahan.

Setahun berjalan pekerjaan sempat terbengkalai saat pandemi Covid-19, awal 2020.

''Benar-benar mangkrak, tapi warga tetap memelihara agar pekerjaan yang sudah berjalan tidak rusak,'' ungkapnya.

Samuri bersama warga dan pemuda setempat tak patah arang.

Beruntung, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan support setengah miliar pada 2021.

Dua tahun sejak awal 2019, pembangunannya akhirnya tuntas.

''Total biayanya sekitar Rp 750-an juta, sebagian anggarannya dari desa,'' ujarnya.

Wisata resmi dibuka saat lebaran 2023 lalu.

Bersamaan pemerintah melonggarkan operasional tempat wisata pasca pandemi.

Meski baru seumur jagung, kawasan wisata ini sanggup menjadi destinasi penyangga Telaga Ngebel.

Pengunjung berdatangan dari berbagai penjuru. Selain menawarkan panorama alam, ditunjang fasilitas penyerta.

Mulai musala, kafe, gazebo, toilet, hingga spot selfie dan fasilitas outbond dan area camping.

''Sampai sekarang masih terus dikembangkan. Kami berencana membangun jembatan gantung tapi masih perlu konsultasi ke ahlinya,'' ungkapnya.

Desa wisata ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan desa.

Seluruh pendapatan dari sektor wisata ini masuk kas BUMDes setempat.

Baca Juga: Suprianto, Legenda Wayang Kardus Kabupaten Madiun, Kuli Bangunan yang Peduli Budaya

Selanjutnya dikelola untuk mengembangkan berbagai usaha.

Ada empat pengelola yang bertanggung jawab terhadap destinasi tersebut, salah satunya Samuri.

Karang taruna juga diberdayakan untuk menjadi penjaga kafe, parkir, dan tenaga operasional. Karyawan diambilkan pemuda dari setiap dusun, pungkasnya. (kid)

Editor : Nur Wachid
#wisata #telaga 12 nias #ngebel #Ngambang Tirto Kencono #ponorogo