Jawa Pos Radar Lawu - Dunia hiburan Hollywood berduka. Diane Keaton, aktris pemenang Oscar yang dikenal lewat perannya di trilogi The Godfather dan film legendaris Annie Hall (1977), meninggal dunia pada usia 79 tahun.
Dilansir dari People, Sabtu (11/10), Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles mengonfirmasi bahwa jenazah Keaton dipindahkan dari rumahnya ke rumah sakit pada pukul 08.08 pagi waktu setempat.
“Tidak ada rincian lebih lanjut yang tersedia saat ini, dan keluarganya telah meminta privasi di saat yang sangat menyedihkan ini,” ujar juru bicara keluarga.
Lahir pada 1946 di Los Angeles sebagai Diane Hall, Keaton adalah anak tertua dari empat bersaudara.
Ia mengambil nama gadis ibunya, “Keaton,” sebagai nama panggungnya.
Sejak muda, Keaton sudah aktif di dunia teater dan kemudian pindah ke New York pada 1968 untuk mengejar karier akting profesional.
Kariernya melejit setelah tampil di pertunjukan Broadway Play It Again, Sam bersama Woody Allen dan mendapat nominasi Tony Award.
Tahun 1972 menjadi titik balik penting ketika Francis Ford Coppola memberinya peran sebagai Kay Adams, kekasih Michael Corleone dalam The Godfather.
Film tersebut sukses besar dan memenangkan Piala Oscar sebagai Film Terbaik.
Baca Juga: Inilah Film Paling Hampa Sepanjang Masa, Membuat Kita Termenung setelah Menontonnya
Keaton kembali memerankan Kay dalam The Godfather Part II (1974), yang menyabet 17 penghargaan Oscar, termasuk kategori Best Picture.
Puncak prestasinya datang pada 1977 saat ia meraih Oscar sebagai Aktris Terbaik lewat perannya dalam Annie Hall, film yang disutradarai Woody Allen.
Sepanjang kariernya, Keaton juga menerima nominasi Oscar untuk film Reds (1981), Marvin's Room (1996), dan Something's Gotta Give (2003).
Selain berakting, Keaton juga bekerja di balik layar sebagai sutradara untuk beberapa film dan dokumenter, termasuk Heaven (1987), Hanging Up (2000), dan satu episode dari Twin Peaks. Pada 2021, ia tampil dalam video musik Ghost milik Justin Bieber.
Keaton meninggalkan dua anak angkat, Dexter dan Duke, yang diadopsi pada 1996 dan 2001.
Ia dikenal sebagai sosok hangat, eksentrik, dan berpengaruh di dunia perfilman. Dunia perfilman kehilangan salah satu ikon terbaiknya. (fin)
Editor : AA Arsyadani