Jawa Pos Radar Lawu - Banyuwangi tak hanya memukau dengan panorama alamnya yang eksotis, tetapi juga dikenal sebagai Kota Festival berkat ragam acara budaya yang selalu dinanti wisatawan.
Festival-festival ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud nyata pelestarian budaya Suku Osing dan keragaman masyarakat Banyuwangi yang telah mendunia.
Kalau kamu merencanakan liburan ke ujung timur Pulau Jawa, jangan sampai melewatkan lima festival budaya terbesar dan paling ditunggu di Banyuwangi berikut ini.
1. Festival Gandrung Sewu
Ikon Banyuwangi yang paling terkenal adalah tarian Gandrung. Setiap tahun, tarian ini ditampilkan secara kolosal dalam Festival Gandrung Sewu, menghadirkan lebih dari seribu penari dari siswa SD hingga SMA.
Digelar di Pantai Boom, festival ini tak hanya menampilkan keindahan gerakan tarian, tetapi juga menyampaikan pesan kebersamaan dalam melestarikan budaya. Sejak dihidupkan kembali pada 2012, setiap tahun Festival Gandrung Sewu selalu tampil dengan tema berbeda yang memukau ribuan penonton.
2. Gintangan Bamboo Festival
Bambu yang selama ini identik dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Banyuwangi, diolah menjadi karya seni spektakuler dalam Gintangan Bamboo Festival. Festival ini berlangsung di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, sebagai perayaan hari jadi desa.
Setiap RT menampilkan parade kostum unik berbahan bambu, menjadikannya ajang kreativitas sekaligus promosi kerajinan lokal yang mengangkat potensi desa.
3. Festival Baleganjur Banyuwangi
Jika Bali punya parade ogoh-ogoh, maka Banyuwangi memiliki Festival Baleganjur yang tak kalah meriah. Festival ini diadakan menjelang Hari Raya Nyepi di Kecamatan Purwoharjo, menampilkan puluhan ogoh-ogoh raksasa yang diiringi musik gamelan baleganjur.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam festival ini menegaskan kerukunan masyarakat Banyuwangi yang hidup berdampingan dengan harmonis.
4. Upacara Kebo-Keboan Alas Malang
Bagi pecinta tradisi sakral, Kebo-Keboan Alas Malang adalah tontonan yang wajib disaksikan. Ritual adat Suku Osing ini diadakan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus doa agar desa terhindar dari bencana.
Peserta ritual dirias menyerupai kerbau, berlumur lumpur, dan berkeliling ke empat penjuru desa sebelum menanam padi sebagai simbol kesuburan. Suasana magis dan mistis menjadikannya salah satu festival budaya paling ikonik di Banyuwangi.
5. Upacara Keboan Aliyan
Tak kalah menarik, Desa Aliyan juga punya tradisi unik bernama Keboan Aliyan. Ritual ini dilakukan sebagai doa untuk keberkahan hidup di tahun berikutnya.
Dalam prosesi, warga memanggul replika kerbau raksasa yang diiringi dua kerbau kecil. Penunggang berbusana hitam membawa cemeti sebagai simbol doa dan semangat masyarakat Osing. Nuansanya meriah sekaligus penuh makna spiritual. (fin)
Editor : AA Arsyadani