Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jangan Sisain Makanan, Nanti Anak Ayam Mati? Ini Makna Tersirat di Balik Petuah Orang Tua Zaman Dulu!

Sukma Maharani Putri • Kamis, 26 Juni 2025 | 22:19 WIB

 

Makan jangan nyisa! Kata orang Jawa, nanti anak ayam bisa mati. Tapi sebenarnya, maknanya lebih dari sekadar mitos, lho!
Makan jangan nyisa! Kata orang Jawa, nanti anak ayam bisa mati. Tapi sebenarnya, maknanya lebih dari sekadar mitos, lho!

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam budaya Jawa, ada sebuah nasihat unik namun bermakna:

"Yen mangan aja nyisa, mundhak kuthue mati."

Artinya, "Kalau makan jangan disisakan, nanti anak ayam bisa mati."

Meskipun terdengar seperti mitos atau dongeng lama, ungkapan ini menyimpan pesan mendalam tentang etika, empati, dan kesadaran akan pentingnya menghargai makanan.

Baca Juga: Gugon Tuhon: Jangan Makan Langsung dari Cobek, Nanti Acara Nikahanmu Bisa Kehujanan!

Menghargai Makanan = Menghormati Rezeki

Bagi masyarakat Jawa, makanan bukan hanya kebutuhan jasmani, tapi juga bentuk berkah dari Tuhan. Setiap butir nasi adalah hasil kerja keras petani, doa orang tua, dan anugerah alam.

Menyisakan makanan dianggap:

Simbol “anak ayam mati” di sini bukan literal, melainkan cara lembut menanamkan rasa empati sejak dini.

Anak-anak diajarkan untuk merasa bertanggung jawab atas setiap makanan yang diambil.

Nilai Moral di Balik Larangan Ini

Gugon tuhon ini tidak sekadar melarang, tapi juga mengajarkan:

Dengan bahasa sederhana, orang tua zaman dulu menanamkan nilai etos kerja, rasa syukur, dan kepedulian sosial pada generasi muda.

Semakin Relevan di Era Konsumtif

Di zaman sekarang, food waste jadi masalah global. Banyak orang memesan makanan berlebih hanya untuk dibuang. Padahal, masih banyak orang kelaparan di belahan dunia lain.

Budaya Jawa lewat falsafah seperti ini sebenarnya sudah lebih dulu mengajarkan prinsip sustainability.

Mengambil secukupnya, makan dengan penuh syukur, dan tidak menyisakan apa yang bisa dimakan. (fin) 

Editor : AA Arsyadani
#gugon tuhon #budaya jawa #Filosofi Jawa #etika