Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Seruput Kopi, Lahap Ilmu: Ngopi Literasi Bersama Kang Hayat Menjadi Inspirasi Gen Z

Nur Imaniyah Purnama • Minggu, 9 Februari 2025 | 22:47 WIB
acara ngopi literasi yang berlangsung di Sutejo Spektrum Center Ponorogo
acara ngopi literasi yang berlangsung di Sutejo Spektrum Center Ponorogo

Ponorogo, Jawa Pos Radar Lawu - Ngopi bukan lagi sekadar kegiatan menikmati secangkir kopi.

Kini, ngopi bertransformasi menjadi gaya hidup yang dipadukan dengan kegiatan positif, salah satunya adalah ngopi literasi.  

Tren ini semakin digemari, terutama di kalangan gen Z yang suka dengan kegiatan literasi, dengan adanya ngopi literasi ini dapat menawarkan cara yang menyenangkan untuk meningkatkan minat baca, menulis, dan pengetahuan.

Dalam acara ngopi literasi yang berlangsung di Sutejo Spektrum Center Ponorogo, Jumat 7 Februari 2025, Kang Hayat membagikan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pentingnya literasi bagi generasi muda.

Ia juga memberikan tips dan trik bagaimana menulis buku hingga menjadi best seller yang dimulai dari tahapan menulis hingga menjadi karya atau buku.

“Jika Ingin menjadi penulis harus konsisten dengan menulis” begitulah sepenggal kata kang Hayat yang mampu memecahkan keheningan di rumah buku Sutejo Spektrum Center.

Dihadiri sekitar 15 lebih peserta yang terdiri dari berbagai komunitas yaitu: Komunitas sutejo spektrum center, HMP STKIP PGRI Ponorogo, mahasiswa iain Ponorogo, serta relawan rumah baca Biting Wonogiri.

Kang Hayat, yang dikenal sebagai penulis dan aktivis literasi, dalam kurun waktu 8 tahun ia berhasil menulis  61 buku diantaranya 10 buku best seller .

Hingga dalam berbagai kegiatan kepenulisan, termasuk ngopi literasi, ia  menyebarkan virus literasi kepada generasi muda. Ia percaya bahwa literasi adalah kunci untuk membuka jendela dunia kesuksesan.

Menulis bukan hanya sekedar keindahan kata dan maknanya, namun menulis adalah perbuatan hati dan fikiran yang bisa dilalui dengan keistikomahan dan konsisten.

Menulis bukan hanya tentang kata dan kalimat yang ada dalam kertas, namun lebih dari itu, menulis adalah jendela jiwa, cerminan pikiran, dan jembatan yang menghubungkan hati.

Ia adalah perjalanan panjang yang membawa kita menjelajahi berbagai dimensi kehidupan, membuka tabir misteri, dan memahami makna yang tersembunyi di balik setiap peristiwa.

Penulis asal Sampang Madura itu juga menyampaikan bahwa menulis tidak harus sendiri, kita bisa memulainya melalui kolaborasi dengan orang lain hingga membuahkan karya.

Sebagai gen Z yang sangat dekat dengan teknologi hal seperti ini pastinya akan mudah, karena sebuah relasi dan berbagai referensi bisa kita dapatkan dengan gampa melalui media sosial dan teknologi yang mendukung gen Z untuk terus maju dan berkembang. (*)

Editor : Riana M.
#minat baca #literasi #kang hayat #meningkatkan #ngopi #Gen Z #menulis #ponorogo