Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tempat Bersuci Prabu Brawijaya V, Asal-usul Sendang Lanang dan Sendang Wedok, Tempat Sakral di Pertapaan Bancolono di Lereng Gunung Lawu

Nur Wachid • Selasa, 13 Agustus 2024 | 01:35 WIB

 

Sendang Lanang dan Sendang Wedok Pertapaan Bancolono, tempat bersuci Prabu Brawijaya V di lereng Gunung Lawu. (ISTIMEWA)
Sendang Lanang dan Sendang Wedok Pertapaan Bancolono, tempat bersuci Prabu Brawijaya V di lereng Gunung Lawu. (ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu tidak hanya terkenal karena pemandangan alamnya yang indah, tetapi juga karena sejarah dan legenda yang menyertainya.

Salah satu bagian dari legenda tersebut adalah kisah Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, yang konon menghabiskan hari-hari terakhirnya di Gunung Lawu sebelum moksa.

Di antara tempat-tempat yang dianggap sakral, Sendang Lanang dan Sendang Wedok di Pertapaan Bancolono memegang peran penting dalam ritual spiritual sang raja.

Sendang Lanang dan Sendang Wedok, Tempat Bersuci Prabu Brawijaya V

Sendang Lanang dan Sendang Wedok, dua mata air di sekitar Pertapaan Bancolono, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Menurut kisah yang berkembang, sebelum Prabu Brawijaya V mendaki puncak Gunung Lawu, ia dan para pengikutnya melakukan ritual bersuci di dua sendang ini.

Sendang Lanang digunakan oleh para pria, sedangkan Sendang Wedok digunakan oleh wanita​.

Ritual bersuci ini bukan sekadar pembersihan fisik, tetapi juga simbolis, mencerminkan persiapan spiritual sebelum perjalanan terakhir menuju moksa.

Air dari kedua sendang ini dianggap suci dan memiliki kekuatan spiritual, dan dipercaya dapat membawa berkah bagi siapa saja yang menggunakannya.

Khasiat dan Ritual di Sekitar Sendang

Hingga kini, Sendang Lanang dan Sendang Wedok tetap menjadi tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Banyak orang datang untuk melakukan ritual bersuci, berdoa, dan mencari ketenangan batin.

Baca Juga: Mengungkap Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, Misteri Raja Terakhir Majapahit Moksa di Puncak Gunung Suci Jawa

Air dari sendang ini juga sering dibawa pulang oleh para peziarah sebagai bagian dari ritual mereka, dengan harapan mendapatkan berkah, kesehatan, dan keselamatan.

Pada hari-hari tertentu, terutama pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, kedua sendang ini ramai dikunjungi oleh mereka yang ingin melakukan ritual khusus.

Selain itu, selama bulan Sura, bulan pertama dalam kalender Jawa, Sendang Lanang dan Sendang Wedok menjadi pusat dari berbagai kegiatan spiritual dan tradisi masyarakat​.

Mitos dan Kisah yang Mengelilingi Sendang

Banyak mitos yang mengelilingi kedua sendang ini. Salah satunya, kepercayaan bahwa siapa pun yang mandi di Sendang Lanang atau Sendang Wedok akan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan.

Mitos lainnya menyebutkan bahwa air dari sendang ini dapat membawa keberuntungan dalam hal jodoh dan rezeki, terutama jika ritual dilakukan dengan keyakinan yang kuat.

Seiring waktu, tempat ini tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat biasa tetapi juga oleh tokoh-tokoh penting dan pejabat tinggi yang datang untuk berdoa dan melakukan meditasi.

Kepercayaan bahwa sendang ini memiliki kekuatan supranatural membuatnya menjadi destinasi spiritual yang menarik bagi banyak kalangan​.

Sendang Lanang dan Sendang Wedok di Pertapaan Bancolono bagian dari legenda Prabu Brawijaya V, menjadi tempat penting dalam budaya spiritual masyarakat Jawa. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#wedok #khasiat #raja #gunung lawu #Bersuci #air #pertapaan bancolono #Asal-usul #Jumat #Kliwon #selasa #ritual #tempat #Sendang #majapahit #Prabu Brawijaya V #terakhir #lanang #lereng