Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah video yang beredar luas di TikTok memperlihatkan kondisi memprihatinkan di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung setelah sebuah acara.
Dalam rekaman tersebut, lantai area mall tampak penuh dengan sampah plastik, sisa makanan, hingga yang paling mencengangkan—celana dalam yang berceceran di beberapa sudut.
Video yang diunggah pada Minggu (16/2) itu sontak menuai berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang mempertanyakan jenis acara yang berlangsung hingga meninggalkan jejak yang begitu mengerikan.
Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai acara yang menyebabkan kondisi tersebut.
Kondisi Mengejutkan Usai Acara
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, terlihat lantai pusat perbelanjaan hampir tertutup oleh sampah, termasuk botol plastik, kertas bekas, dan sisa makanan.
Namun, yang paling menghebohkan adalah keberadaan celana dalam yang berserakan di beberapa titik. Pemandangan ini membuat banyak warganet bertanya-tanya, bagaimana bisa pakaian dalam tercecer di tempat umum seperti itu.
Beberapa spekulasi pun muncul di kolom komentar.
Ada yang menduga acara tersebut melibatkan banyak orang dengan tingkat euforia tinggi, sementara yang lain menilai bahwa kejadian ini menunjukkan rendahnya kesadaran akan kebersihan di tempat umum.
Komentar Warganet:
Baca Juga: Teori Manga One Piece: Loki Gabungan Banyak Karakter Mitologi Nordik, Ragnir Palu Petir Milik Thor?
“Oke, kalau sampah plastik masih bisa dimaklumi, tapi celana dalam? Ini acara apaan sih?”
“Mungkin ada yang terlalu semangat sampai lupa barang pribadinya wkwk.”
“Kebayang capeknya petugas kebersihan. Tolonglah, jangan buang sampah sembarangan, apalagi yang kayak gitu.”
“Seriusan, kalau datang buat bersenang-senang, ya pulangnya juga bawa sampahnya sendiri. Masa harus orang lain yang beresin?”
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola pusat perbelanjaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian ini.
Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan di tempat umum masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. (*)
Editor : Riana M.