PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini menyebar luas di Ponorogo.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) mencatat total 157 kasus PMK sejak setahun terakhir.
Sebaran kasus ini meliputi 41 desa di 15 kecamatan, dengan Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, menjadi zona merah dengan kasus terbanyak.
Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP) Dispertahankan Ponorogo, Siti Barokah, mengonfirmasi bahwa dari total kasus tersebut, satu sapi mati mendadak dan dua ekor lainnya dipotong paksa.
"Awalnya kasus masih landai, tetapi setelah banjir, jumlah kasus melonjak drastis," ujarnya.
Krisis Stok Vaksin PMK di Ponorogo
Saat ini, stok vaksin PMK di Ponorogo telah habis. Menurut Barokah, pihaknya masih menunggu pengadaan vaksin dari pemerintah pusat.
"Kami tidak bisa melakukan vaksinasi untuk sementara waktu. Program vaksinasi bergantung pada pengadaan dari kementerian," jelasnya.
Barokah juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap lalu lintas ternak untuk mencegah penyebaran wabah lebih lanjut.
Baca Juga: PMK Kembali Mewabah di Pacitan, 50 Kasus Baru Terdeteksi, Ini Data Sebarannya
Baca Juga: Banjir Luapan di Ngadirojo, Pacitan, Tiga Dusun Terdampak, Jalan dan Rumah Terendam
Ia meminta peternak melaporkan setiap kasus yang mencurigakan agar bisa ditindaklanjuti.
Terkait laporan sapi mati mendadak di Desa Jimbe dan Plalangan, Jenangan, Barokah menyatakan bahwa data tersebut belum masuk ke dinasnya.
"Selama laporan itu sampai ke kami, pasti ada tindak lanjut. Mungkin saja laporan tersebut belum diterima secara resmi," katanya. (gen/kid)