MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Warga Kabupaten Ngawi dan Magetan, Jawa Timur, dihebohkan oleh fenomena unik yang terjadi di Gunung Lawu pada pagi hari.
Beberapa saksi mata melaporkan adanya awan yang berbentuk seperti topi di puncak Gunung Lawu, membuat pemandangan ini menjadi perhatian masyarakat setempat.
Parasito Djoyo, salah satu warga Ngawi yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Gunung Lawu, berhasil mengabadikan fenomena tersebut.
"Saya melihat keindahan itu sekitar pukul 05.30 hingga 06.30 WIB. Ada awan berbentuk topi di atas puncak Gunung Lawu," ujarnya pada Jumat pagi (6/9/2024).
Fenomena serupa juga diamati oleh Joko Prayitno, warga Desa Ngariboyo, Magetan.
Ia mengaku sering melihat fenomena Gunung Lawu Bertopi setiap tahun.
"Hampir setiap tahun pasti ada peristiwa seperti ini, dan pagi tadi saya melihatnya sekitar pukul 06.00 WIB," ungkapnya.
Penjelasan BMKG Soal Gunung Lawu Bertopi
Menurut Setiyaris, ahli madya dari BMKG Nganjuk, fenomena Gunung Lawu Bertopi terjadi karena kondisi alam yang memengaruhi pergerakan awan.
Awan yang berada di sekitar puncak gunung tidak dapat naik ke ketinggian tertentu akibat angin kencang di lapisan atas atmosfer.
"Awan tersebut terjebak oleh angin di lapisan atas, membentuk gumpalan yang tampak seperti topi di puncak gunung," jelas Setiyaris.
Fenomena Gunung Lawu bertopi terjadi karena tertutup awan lenticular.
Potensi Bahaya untuk Penerbangan dan Pendaki
Setiyaris menambahkan bahwa meskipun fenomena ini indah dipandang, awan bertopi di atas puncak Gunung Lawu dapat menimbulkan bahaya, baik untuk penerbangan maupun pendaki yang berada di area puncak.
"Awan yang terperangkap ini juga bisa menyebabkan kondisi berbahaya bagi penerbangan dan pendaki di atas Gunung Lawu," pungkasnya. (kid)
Editor : Nur Wachid