PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Perayaan Grebeg Suro yang dibuka besok malam (27/6/2024) menjadi momentum pendulang pendapatan asli daerah (PAD).
Selain memutar ekonomi kerakyatan, Pemkab Ponorogo tak ingin melewatkan potensi pendapatan retribusi parkir selama gelaran berlangsung. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat ditunjuk menyiapkan kantong parkir.
Kabid Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishub Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, sedikitnya 30 juru parkir (jukir) disiapkan selama Grebeg Suro.
Tersebar di lingkar Alun-alun, Jalan Jendral Sudirman (Jensud), Diponegoro hingga Jalan Gatot Subroto.
''Sebelum turun lapangan nanti akan kami lakukan pembinaan dulu karena ini berhubungan langsung dengan layanan kepada masyarakat,'' ujar Budi.
Budi menambahkan, selama perayaan diberlakukan tarif khusus. Tarifnya Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua (R2) dan Rp 5 ribu untuk roda empat (R4). Hal itu mendasar aturan teranyar, Perda 13/2023.
Imbauan serta tarif parkir tersebut bakal dipasang di area Alun-alun mengantisipasi jukir nakal yang menaikkan tarif seenak pusarnya. ''Kami berikan karcis juga pada pemilik kendaraan,'' jelasnya.
Selama 11 hari perayaan Grebeg Suro, Budi menargetkan retribusi parkir yang masuk dalam kas daerah berada di rentang Rp 35 juta – Rp 40 juta.
Pun, diharapkan realisasinya melebihi target tersebut. ''Semoga ramai, jadi PAD juga ikut terkerek,'' ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid