PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Surat tugas Partai Demokrat dan PAN yang diserahkan pada petahana Sugiri Sancoko bukan berarti tanda jadi koalisi.
Baik Demokrat maupun PAN kompak menyebut bukan mustahil surat tugas itu bakal ditinjau kembali. Hingga tidak menutup kemungkinan kedua partai urung memberi rekomendasi.
Ketua DPC Demokrat Ponorogo Miseri Efendi membeber ada tiga pekerjaan yang wajib dituntaskan bupati petahana jika ingin mengantongi rekom.
Yakni, menjalin komunikasi antar partai politik (parpol) guna membangun koalisi; menjalin komunikasi dengan tokoh serta parpol calon koalisi menentukan siapa bakal calon wakil bupati (bacawabup); serta tugas berat mengerek elektabilitas dibuktikan lewat survei terpercaya.
‘’Kalau tiga tugas ini tidak bisa dipenuhi, maka bisa dievaluasi kembali,’’ jelas Miseri.
Miseri menegaskan surat tugas punya tenggat waktu. Kendati tak menyebut akhir masa berlaku, dia menyebut senyampang tiga tugas utama dipenuhi bupati petahana dalam kurun waktu tertentu.
Adapun surat tugas tersebut merupakan keputusan DPP usai pihaknya mengajukan seluruh berkas permohonan rekomendasi pasca penutupan pendaftaran 25 Mei lalu.
‘’Jika survei Pak Giri turun, tentu bisa ditinjau kembali (surat tugas, Red) dan diberikan ke orang lain,’’ bebernya.
Baca Juga: Kandidat Baru Pilkada Ponorogo 2024 Daftar Bacabup dari PKB Hari Ini, Ada yang Kenal?
Setali tiga uang, PAN nada-nadanya berat meninggalkan bupati petahana yang diusungnya pada Pilkada 2020 lalu bersama PDIP, PPP, Hanura.
Serupa situasi saat itu, PAN menurunkan surat tugas kepada petahana Rabu (19/6) lalu untuk membentuk koalisi, mencari pendamping, serta meningkatkan elektabilitas.
‘’Koalisi itu penting. Misalnya kami turunkan rekomendasi tapi tidak ada partai lain yang mengusung artinya percuma,’’ kata Sekretaris DPD PAN Ponorogo Puryono.
PAN tak pasang mahar muluk-muluk. Puryono menegaskan bahwa bacawabup bukan harus dari kader PAN.
Hanya saja penentuan bacawabup haruslah menemui kata sepakat dari seluruh parpol yang bergabung dalam koalisi.
Pun, punya harapan sama untuk lebih memajukan Bumi Reog. ‘’Tidak harus kader PAN (Bacawabup, Red).
Ada sosok Bu Lisdyarita, ada Mas Luhur, mungkin di antara dua calon itu. Atau mungkin ada sosok lain, ini masih sangat dinamis,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid