PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – PKB sebagai partai politik (parpol) pemilik kursi ketua legislatif dari hasil Pileg 2024 lalu memilih wait and see menentukan sikap politik dalam Pilkada Ponorogo 2024.
Hingga kini PKB urung menentukan langkah politik, bergabung petahana, poros rivalitas, atau membangun poros tengah.
Nilai jual PKB terlampau tinggi seiring para kandidat berebut rekom dari partai berlogo bola dunia itu.
Ketua DPC PKB Ponorogo Ibnu Multazam mengatakan, hingga kemarin (18/6/2024) pihaknya masih membuka pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) dan bacawabup.
Pendaftaran dibuka hingga Agustus mendatang. Dikabarkan wajah baru, M. Harun Ar Rasyid mendaftar ke PKB sebagai bacabup hari ini (19/6/2024).
‘’Masih ada dua sampai tiga tokoh yang tanya-tanya soal rekomendasi,’’ ujar Multazam.
Disinggung rencana pembentukan poros ketiga, Multazam memastikan langkah itu mengekor pada titah DPP.
Pihaknya juga sendiko dawuh keputusan DPP siapa yang bakal dapatkan rekomendasi. Multazam menegaskan hingga detik ini PKB belum membentuk koalisi dengan partai manapun.
‘’Rekomendasi belum turun, jadi belum ada keputusan koalisi. Soal koalisi kami bahas setelah rekomendasi turun,’’ jelasnya.
Multazam memastikan seluruh kandidat memiliki hak sama. Syaratnya elektabilitas moncer, pun, kantong tebal untuk kampanye.
‘’Kalau Pak Sugiri Sancoko dan Bu Lisdyarita kemarin ke DPW Surabaya itu silaturahmi, belum ada keputusan berpihak ke siapa,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid