Jawa Pos Radar Lawu - video dua orang bocah perempuan menangis histeris Viral di media sosial karena melihat sang ayah yang meninggal tenggelam di Waduk Kedung Bendo, Ngawi, Jawa Timur.
Kisah ini pun viral usai dibagikan sejumlah akun di media sosial. Salah satunya dibagikan melalui laman instagram @aboutngawi.
Dalam video yang beredar 2 anak kecil perempuan kakak beradik itu terlihat menangis histeris. Mereka melihat secara langsung ayahnya yang tenggelam di waduk Kedung Bendo.
Tak lama kemudian keduanya didatangi dan ditenangkan oleh para petani yang saat itu juga beraktivitas di area perkebunan tersebut.
Dalam video itu juga terdengar histeris sang adik yang terlihat syok dan terpukul akibat insiden yang baru saja ia lihat secara langsung itu.
“Mbah uti wes gak enek sak iki aku karo sopo [nenek juga sudah tidak ada sekarang saya sama siapa],” ucap salah satu anak dalam video itu.
Sementara itu kakaknya tampak tegar dan berusaha menenangkan sang adik.
“Adek, adek, adek sudah dek sabar dek, Uda jangan nangis. Adik diem adik diem,” ucap anak tersebut.
Diketahui dua bocah itu bernama Meisya dan Fatin yang merupakan kakak beradik.
Meisya, sang kakak, masih duduk di kelas 4 SD, sedangkan sang adik, Fatin, duduk di kelas 1 SD atau berusia sekitar 7 tahun.
Insiden itu terjadi pada Minggu (19/5/2024) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu keduanya diajak sang ayah untuk pergi ke ladang jagung dengan menaiki perahu menyeberangi Waduk Kedung Bendo.
Ayah anak-anak ini, Harto Sudiro, tenggelam di waduk tersebut saat sedang berenang untuk mengambil air minum yang tertinggal di seberang waduk dengan cara berenang menyeberangi waduk.
Saat sudah berenang dan sampai di tengah waduk, korban tidak kuat dan sempat minta tolong.
Saksi yang sedang memancing di sekitar lokasi, mendengar dan kemudian berusaha untuk menolong, namun sampai di pinggir waduk, korban sudah tenggelam dan tidak kelihatan.
Peristiwa memilukan yang dialami dua bocah ini mengundang empati publik.
Sejumlah orang mulai berdatangan ke rumah dua bocah tinggal di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.
Sejumlah orang tersebut mengantarkan bantuan berupa sepeda dan perlengkapan sekolah seperti sepatu dan seragam untuk menunjang kebutuhan pendidikan kedua bocah malang itu. (*)
Editor : Riana M.