PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu- Taman kota nada-nadanya bakal menjadi relokasi permanen bagi pedagang kaki lima (PKL) Sor Jati barat Stadion Batoro Katong.
Rencana mengembalikan mereka ke tempat semula usai panggung ekonomi kreatif (ekraf) tuntas dibangun sulit terealisasi tahun ini.
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo cupet anggaran.
Kepala Disperdakum Ponorogo Ringga Dwi Irawan tidak menampik pedagang berharap kembali berjualan di barat stadion.
Itung-itung mereka dapat ketiban berkah hasil pembangunan panggung ekraf. Namun, Ringga mengaku harapan tersebut sulit diwujudkan lantaran terkendala anggaran.
''Memang ada rencana kembali ke belakang panggung ekraf, tapi lihat dulu kekuatan anggaran,’’ kata Ringga.
Sejatinya, Ringga turut menyayangkan jika pedagang yang telah menahun mengais rezeki di barat stadion harus dipindah.
Namun, demi kepentingan yang lebih besar pihaknya siap melaksanakan perintah.
Meskipun diakuinya memboyong puluhan PKL ke tempat baru tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
''Eman-eman sebenarnya kalau pindah, tapi bagaimana lagi ada kepentingan yang lebih besar dan mendesak,’’ ujarnya.
Apalagi, keputusan relokasi tersebut telah disepakati dalam rapat lintas sektoral, terdiri dari Disperdakum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga (Disbudparpora) beberapa waktu lalu.
Hasilnya, per 1 Mei mendatang seluruh PKL berjumlah 30 pedagang di barat stadion harus sudah angkat kaki secara mandiri menempati sisi timur taman kota.
''Semoga di tempat baru itu lebih laris,’’ harapnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid