PONOROGO, Radar Lawu – Sempat silent selama beberapa hari lebaran, balon udara justru mulai menghiasi langit di Ponorogo, Jawa Timur pada lebaran ketupat kemarin (17/4).
Puluhan bahkan ratusan balon udara tanpa awak tampak melayang tinggi. Bahkan beberapa di antaranya kucing-kucingan (sembunyi-sembunyi) menghindari petugas diterbangkan saat dini hari.
Polres Ponorogo tak tinggal diam. Kepolisian telah mengidentifikasi keberadaan balon udara tersebut.
Diperkirakan balon udara tersebut bukan berasal dari kabupaten ini.
''Posisinya terlalu tinggi kalau diterbangkan dari wilayah Ponorogo,’’ klaim Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Ryo Pradana.
Ryo menduga balon udara tanpa awak itu diterbangkan dari wilayah Trenggalek dan sekitarnya.
Kendati pihaknya mengaku kesulitan menelisik wilayah asal balon udara, menurutnya hal tersebut merujuk arah angin dan perkiraan ketinggian balon udara.
''Sementara kami masih pantau lokasi penerbangannya, kalau dilihat dari ketinggian saat pagi diperkirakan jauh dari Ponorogo,’’ ujarnya.
Disinggung temuan balon udara yang jatuh di wilayah hukum Bumi Reog, Ryo membeberkan urung menerima laporan hingga kemarin petang.
Pihaknya telah meminta seluruh jajaran siaga 24 jam mencegah, mengawasi, maupun menangkap penerbang balon udara.
Terutama antisipasi balon udara mendarat di area berbahaya, seperti jaringan listrik, rumah, hingga fasilitas umum lainnya.
''Petugas sudah kami sebar, sementara belum ada laporan masuk kalau balon jatuh ke rumah warga dan lainnya,’’ tambahnya.
Ryo berharap masyarakat tidak gaduh terhadap keberadaan balon udara. Selain ganggu penerbangan, keberadaanya juga berpotensi memicu kebakaran.
''Selama lebaran ini baru satu yang kami temukan jatuh. Semoga tidak ada lagi,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid