NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Sejumlah daerah yang menyandang status sebagai daerah lumbung padi nasional mulai panen. Termasuk Ngawi.
Kementan (Kementerian Pertanian) menilai masa panen yang mulai tiba di Ngawi dan berbagai daerah lain sebagai sinyal positif dalam mengamankan produksi beras dalam negeri.
Bahkan, Kementan tak ragu menyebut stok beras dalam negeri aman setidaknya hingga Ramadan dan Lebaran.
Hal itu diungkapkan Rachmat, ketua Kelompok Substansi Data Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Jumat (23/2).
Dia mengatakan, jumlah produksi padi pada awal 2024 diprediksi dapat memasok kebutuhan nasional.
"Mulai dari Januari hingga Maret hasil produksi akan memasok kebutuhan nasional," kata Rachmat, mengutip dari Radar Madiun.
"Sebut saja pada Januari 2024, dari seluruh daerah di Indonesia diprediksi produksi padi berjumlah 1,6 juta ton gabah kering giling (GKG)," sambungnya.
Dia menyebut, Februari ini, Kementan juga memprediksi produksi padi berkisar di angka 2,4 juta ton GKG.
Kemudian pada Maret 2024, produksi padi diprediksi berjumlah 6,1 juta ton GKG.
"Dan prediksi April lebih tinggi lagi dibandingkan Maret. Salah satunya di Jawa Timur, misalnya di Ngawi, sudah mulai memasuki musim panen dan siap berproduksi," sebutnya.
"Ngawi salah satu sentra produksi nasional," imbuh Rachmat.
Di Jawa Timur, lanjut Rachmat mulai memasuki panen raya, diprediksi akan panen padi 239 ribu hektar pada Maret 2024 dan 300 ribu hektar diprediksi akan panen di April.
"Maret ini pun misalnya Ngawi diprediksi lahan padi yang akan panen seluas 18 ribu hektar. Itu membuktikan kemampuan berproduksi padi," kata Rachmat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani