PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Kasus rajapati di Desa Golan, Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, memasuki babak baru. Nuraini, 55, ditemukan tak bernyawa di ruang tengah rumahnya dengan luka di bagian kepala. Polisi memastikan adanya luka bekas hantaman benda tumpul.
AKP Imam Mujali, Kasatreskrim Polres Ponorogo, menyebut luka di kepala korban diduga akibat satu kali pukulan. Polisi juga menemukan darah berceceran di sekitar jasad.
‘’Kami terima laporan sekitar pukul 05.30 (kemarin), dan saat melakukan olah TKP awal dugaan meninggal dunia terdapat luka robek di kepala yang disebabkan benda tumpul,’’ jelasnya.
Kecurigaan warga mulai muncul sejak lampu teras rumah Nuraini tidak dimatikan seperti biasanya. Prayitno, tetangga depan rumah, memanggil korban berulang kali dan mencoba menggedor pintu.
Namun, tidak ada respons. Ia lalu mengintip dari ventilasi dan melihat jasad Nuraini tertutup kain jarit di ruang tengah.
‘’Nggak berani dobrak sampai polisi datang, waktu dibuka ternyata benar ada darah bagian kepala ditutupi sarung,’’ kata Prayitno.
Dugaan mengerucut pada A, putra sulung korban yang diketahui tidak berada di lokasi saat kejadian.
A tinggal bersama Nuraini sejak tiga bulan terakhir setelah 15 tahun merantau ke Bali.
‘’Saat ini yang bersangkutan tidak ada, kami belum berani menyimpulkan. Tapi tidak bisa dihubungi juga, korban tinggal bersama A ini,’’ lanjut Imam.
Irfan Rifai, keponakan korban, mengungkapkan bahwa Nuraini dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi.
Baca Juga: Yamaha Gear Ultima Hybrid vs Honda New Beat, Motor Matic Mana yang Paling Irit 2026?
Ia menaruh curiga kepada A yang justru tidak terlihat saat jasad sang ibu ditemukan, bahkan tidak mendampingi hingga jenazah dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo.
‘’Nggak pernah dengar ada cekcok, tiga bulan ini memang tinggal bareng anak pertamanya. Sebelumnya anak pertama itu di Bali 15 tahun baru pulang ini,’’ ujarnya. ‘’Kami serahkan sepenuhnya ke polisi,’’ tambah Irfan.
Polisi masih menyelidiki motif dan pelaku pembunuhan. Sedikitnya 23 barang bukti diamankan, termasuk sampel darah, tisu dengan bercak darah, gembok, serta balok kayu. Otopsi akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Editor : Nur WachidSumber : Radar Lawu