TRENGGALEK, Jawa Pos Radar Lawu – Tragedi pembunuhan di kamar 723 Hotel Bukit Jaas, Trenggalek, Jawa Timur, mengungkap fakta mengejutkan.
Tak hanya menghabisi nyawa janda asal Sawoo, Ponorogo, pelaku berinisial SE (41) juga dilaporkan sempat melukai anak korban sebelum menyerahkan diri ke polisi.
Korban adalah YN (34), perempuan asal Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Ia ditemukan tak bernyawa pada Rabu malam, 9 April 2025.
Tubuhnya tergeletak di kamar hotel dengan kondisi mengenaskan. SE, yang disebut sebagai pacar korban, diduga membunuh YN karena cemburu buta.
Anak Korban Turut Jadi Sasaran Emosi Pelaku
Informasi terbaru menyebutkan, sebelum menyerahkan diri ke Polres Trenggalek, SE sempat memukuli anak korban, yang diduga turut mengetahui peristiwa mengerikan itu.
“Setelah membunuh korban, pelaku sempat bertemu dengan anaknya dan terjadi kekerasan fisik. Saat ini anak tersebut dalam perlindungan keluarga,” kata sumber internal dari kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa itu pun memicu amarah warga net setelah potongan rekaman video saat pelaku ditangkap dan dibawa ke mobil polisi viral di media sosial.
Tagar Tragedi Hotel Bukit Jaas sempat menjadi perbincangan hangat di sejumlah platform.
Baca Juga: Di Balik Dugaan Selingkuh Ridwan Kamil dan Lisa Mariana, Cerita Pergunjingan Sejumlah Mahasiswa
Motif Cemburu Jadi Pemicu Tindakan Brutal
Kapolres Trenggalek, melalui Kasatreskrim AKP Eko Widiantoro, menyebut bahwa pelaku dan korban memiliki hubungan asmara sejak lama.
Namun belakangan muncul konflik karena pelaku merasa dikhianati.
“Diduga pelaku terbakar emosi karena kecurigaan akan adanya orang ketiga dalam hubungan mereka,” ujarnya.
SE kemudian mengajak YN menginap di Hotel Bukit Jaas. Bukannya berdamai, keduanya justru terlibat pertengkaran hebat yang berujung pada aksi pembunuhan.
Kamar 723 Jadi Saksi Bisu Tragedi
Kamar 723 Hotel Bukit Jaas kini menjadi sorotan publik.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk pakaian, ponsel, dan CCTV dari hotel.
Jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk keperluan otopsi.
Hasil awal menunjukkan adanya luka di bagian kepala dan leher, yang menguatkan dugaan bahwa korban tewas karena kekerasan fisik.
Pelaku Menyerahkan Diri, Polisi Dalami Psikologisnya
Usai melakukan pembunuhan, SE menyerahkan diri ke Polres Trenggalek tanpa perlawanan.
Baca Juga: Cemburu Buta, Wanita Asal Ponorogo Dihabisi Kekasih di Hotel di Trenggalek, Asmara Berujung Tragedi
Saat ini ia tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi juga akan mendalami kondisi psikologis pelaku dan kemungkinan adanya faktor pemicu lain.
“Kami akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk motif dan tindakan pascakejadian yang dilakukan pelaku,” tegas AKP Eko.
Sementara itu, keluarga korban di Ponorogo masih terpukul atas insiden ini. Mereka meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. (kid)
Editor : Nur Wachid