MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Banjir bandang mendadak melanda Sungai Gonggang, Magetan, pada Sabtu (15/3) sore, menyeret dua pemancing.
Satu orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu lainnya hingga kini masih hilang terbawa arus deras.
Korban selamat, Muhammad Fajar Firmansyah (24), warga Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, menceritakan detik-detik dirinya terjebak dalam arus deras yang tiba-tiba datang dari hulu sungai.
"Saya sempat terjebak, air datang tiba-tiba tanpa tanda-tanda hujan di sini. Saya hanya bisa berpegangan ke pohon bambu yang tumbuh di pinggir sungai," ujar Fajar.
Namun, arus semakin kuat hingga akhirnya pohon bambu yang menjadi pegangannya ikut roboh.
Dalam situasi genting, Fajar memutuskan melompat dan berenang ke tepi sungai.
"Begitu bambunya ikut hanyut, saya langsung lompat dan berenang sekuat tenaga. Alhamdulillah saya bisa sampai ke pinggir," katanya.
Sementara itu, temannya, Aditya Yoga Pratama (23), warga Desa Tunggur, terseret derasnya arus dan hingga kini masih belum ditemukan.
Orang Tua Korban: Fajar Pulang dengan Tangisan
Paniran, ayah dari Muhammad Fajar Firmansyah, menceritakan kondisi anaknya setelah selamat dari kejadian mengerikan itu.
"Fajar pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB dalam kondisi lemas dan menangis. Padahal biasanya dia tidak seperti itu," ungkap Paniran.
Baca Juga: Cerita Warga Detik-Detik Banjir Madiun saat Salat Tarawih, Waduk Dawuhan Meluap Rendam Rumah
Saat ditanya, Fajar mengatakan bahwa sahabatnya, Aditya, hanyut terbawa banjir.
"Aditya ini sudah berteman dengan Fajar sejak MTs, sering main ke rumah, sering ngopi bareng. Tadi dia yang ngajak Fajar mancing ke DAM itu," ujarnya.
Menurut cerita Fajar, ia sempat berteriak menyuruh Aditya berenang ke utara, tetapi temannya justru mengikuti suara panggilan dari arah selatan.
"Sepertinya Aditya kebingungan. Tapi arus dari selatan makin deras, dan akhirnya menyeretnya," papar Paniran.
Ia bersyukur anaknya selamat meski sempat mengalami situasi kritis.
"Fajar sempat bertahan dengan berpegangan di pohon bambu. Tapi lama-kelamaan pohonnya ikut terbawa arus, akhirnya dia melompat dan berenang ke tepi," pungkasnya.
Kronologi Kejadian: Air Bah Datang tanpa Peringatan
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat Fajar dan Aditya sedang memancing di DAM Sungai Gonggang, Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan.
Saat mereka tengah asyik memancing, tiba-tiba banjir besar datang dari hulu sungai akibat hujan deras di wilayah Parang dan Poncol.
"Saya melihat mereka berdua mancing, lalu tiba-tiba air besar datang. Yang satu selamat, tapi yang satunya hanyut," kata Suyatman, warga setempat.
Menurutnya, korban yang hilang sempat terlihat berusaha melawan arus.
"Saya teriaki agar menepi, tapi tidak ada respons. Terakhir saya melihat hanya leher dan kepalanya saja yang tampak di atas air, lalu hilang terbawa arus," tambah Suyatman.
Fajar yang berhasil selamat segera meminta pertolongan warga setempat. Sementara itu, Aditya masih terus dicari oleh tim gabungan hingga Minggu (16/3).
Pencarian Dilanjutkan Minggu Pagi, Sungai Masih Deras
Kapolsek Lembeyan, AKP Sunarto, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian ini sekitar pukul 16.00 WIB.
"Di wilayah Lembeyan memang tidak hujan, tetapi di Parang dan Poncol terjadi hujan deras. Air langsung meluap ke Sungai Gonggang tanpa peringatan," ujarnya.
Malam itu, tim gabungan dari kepolisian, BPBD, relawan, dan PMI melakukan pemantauan, tetapi pencarian tidak bisa dilakukan karena derasnya arus.
"Pencarian dihentikan sementara pada Sabtu malam karena hujan masih turun dan sungai masih banjir deras. Baru Minggu pagi kami akan melakukan pencarian lebih lanjut," tambahnya.
Pencarian terhadap Aditya Yoga Pratama akan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi dengan harapan korban segera ditemukan. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid