MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu – Kebakaran hebat melanda rumah milik Sugeng, warga Desa Banyukambang, Kecamatan Wonoasri, pada Sabtu malam (8/3/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat kejadian, Sugeng sedang bekerja di Kota Madiun, sementara istrinya tengah melaksanakan salat tarawih di masjid.
Putra Sugeng, Aldi Hanafi, yang pertama kali menyadari kebakaran tersebut, mengatakan bahwa ia melihat api sudah membesar begitu pulang dari masjid.
"Saya baru pulang tarawih dan melihat rumah sudah terbakar. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, tapi api sudah terlalu besar," ujar Aldi.
Warga sekitar berusaha memadamkan api secara manual sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Namun, karena material rumah mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Setelah mendapat laporan, tim pemadam kebakaran tiba sekitar 30 menit kemudian dan langsung berupaya menjinakkan kobaran api.
Hampir satu jam kemudian, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Namun, sebagian besar rumah dan isinya hangus tak terselamatkan.
Insiden ini diduga dipicu korsleting listrik saat rumah dalam keadaan kosong.
Baca Juga: Viral Minyakita Kemasan 1 Liter Isi 750 ml, Begini Klarifikasi Mendag Budi Santoso
Kapolsek Wonoasri, AKP Eko Hariyanto, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.
"Kami mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi bahaya korsleting listrik, terutama saat rumah dalam keadaan kosong. Pemeriksaan rutin instalasi listrik sangat penting untuk mencegah kejadian serupa," jelas AKP Eko.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Kapolsek juga mengingatkan warga untuk selalu memeriksa kondisi listrik sebelum meninggalkan rumah.
Terlebih di bulan Ramadan saat banyak warga yang meninggalkan rumah untuk beribadah di malam hari. (jho/kid)