NGANJUK, Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (10/1/2025) siang.
Dua balita kembar ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke kolam ikan di depan rumah mereka. Peristiwa ini terjadi saat kedua orang tua mereka tengah tertidur siang.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kedua balita, yang berusia sekitar satu tahun, diduga bermain tanpa pengawasan dan terpeleset ke dalam kolam ikan.
"Mereka ditemukan dalam kondisi terapung di kolam ikan sedalam 42 cm," ujar Supriyanto dilansir Radar Lawu.
Kronologi Kejadian Dua Balita Ditemukan Meninggal Tercebur Kolam Ikan di Nganjuk, Jawa Timur
Kejadian bermula ketika kedua balita sedang bermain di halaman depan rumah mereka, sementara orang tua mereka tertidur.
Suhartini (47), kerabat keluarga korban, adalah orang pertama yang menemukan tubuh kedua balita terapung di kolam.
Ia langsung memanggil Kasmidi (53) untuk membantu, sembari berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Kami langsung mengangkat mereka dari kolam dan membawa ke Klinik Fifa Husada,” ungkap Suhartini.
Namun, nyawa kedua balita tersebut tak tertolong. “Dokter menyatakan mereka telah meninggal saat tiba di klinik,” tambahnya.
Kolam ikan yang menjadi lokasi insiden memiliki ukuran 190 cm x 163 cm dengan kedalaman 42 cm.
Tidak adanya pagar pembatas di sekitar kolam diduga menjadi faktor utama kecelakaan tragis ini. Kapolsek Pace, AKP Pujo Santoso, menyebut bahwa hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kejadian ini murni kecelakaan. Kami menduga mereka terpeleset saat bermain di sekitar kolam tanpa pengawasan,” jelas Pujo.
Polisi mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki anak kecil, untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di sekitar rumah.
"Kami sarankan agar kolam atau area berbahaya lainnya diberi pengaman guna mencegah kejadian serupa," tutur Pujo. (kid)
Editor : Nur Wachid