NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu– Kecelakaan maut yang melibatkan truk bermuatan garam dan Kereta Api Argo Semeru di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Ngawi, Sabtu (7/9/2024), telah merenggut nyawa sopir truk.
Berdasarkan informasi terbaru dari Kapolsek Geneng AKP Dandung Setiawan, sopir truk bernama Sudiyono (62) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soeroto Ngawi.
''Baru saja kami dapatkan kabar dari pihak rumah sakit, saat ini menunggu pihak keluarga,'' kata Dandung kepada Jawa Pos Radar Lawu.
1,5 Jam Perawatan, Sopir Truk Meninggal Dunia
Kecelakaan tragis ini terjadi sekitar pukul 11.19 WIB saat truk berusaha melintasi perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu.
Meski awalnya Dardi dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, sayangnya, nyawanya tidak tertolong.
Ia meninggal dunia saat mendapat perawatan sekitar 1,5 jam karena kondisinya terus menurun selama perawatan.
Sebelumnya, truk tersebut berusaha melintasi rel setelah sebuah kereta api Logawa yang menuju Surabaya baru saja melintas.
Sopir truk, yang diduga menyangka tidak ada kereta lagi yang akan melintas, mencoba menerobos perlintasan.
Namun, dari arah sebaliknya, KA Argo Semeru yang tengah melaju dari Surabaya menuju Jakarta muncul dan langsung menabrak truk tersebut.
Benturan keras menyebabkan truk mengalami kerusakan parah, dan roda belakang truk terpental jauh dari lokasi kecelakaan.
Kecelakaan ini menyebabkan keterlambatan perjalanan KA Argo Semeru selama 1,5 jam.
Selain itu, PT KAI juga mengalami kerugian karena kerusakan pada sarana lokomotif akibat benturan keras dengan truk.
Lokomotif harus diganti sebelum KA Argo Semeru dapat melanjutkan perjalanannya.
Sopir Meninggal, Kernet dalam Kondisi Kritis
Sopir truk, Sudiyono, meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut.
Sementara itu, kernet truk bernama Dardi (52) masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Sudiyono juga mengalami luka berat akibat benturan keras dalam kecelakaan tersebut.
Tanggapan PT KAI Daop VII Madiun
Menanggapi kecelakaan ini, PT KAI Daop VII Madiun kembali mengingatkan pentingnya keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.
Kuswardojo, Manager Humas PT KAI Daop VII Madiun, meminta masyarakat untuk selalu berhenti, tengok kiri-kanan, dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum melintasi rel kereta api.
Kecelakaan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu sering kali terjadi karena kelalaian pengemudi yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
PT KAI juga terus berupaya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama yang tidak terjaga. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid