MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Seorang lansia bernama Dimun (77), warga Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, ditemukan meninggal dunia di area Hutan Jati Gunung Bancak, Dusun Suci, pada Senin (2/9/2024) pukul 09.00.
Penemuan ini mengakhiri pencarian selama 13 hari sejak Dimun dilaporkan hilang.
Informasi mengenai penemuan jenazah tersebut pertama kali disampaikan oleh seorang warga yang sedang mencari mangga di sekitar lokasi.
"Saya mencium bau menyengat, setelah dicek ternyata ada jenazah di sana. Saya langsung melaporkan ke warga setempat," ujar Sakat, salah satu warga yang berada di lokasi.
Warga yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk memastikan kabar tersebut.
Mereka menemukan jenazah Dimun dalam posisi miring tertidur di jalan setapak menuju hutan.
Berdasarkan kondisi jenazah yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap, diduga Dimun meninggal tiga hari sebelum ditemukan.
Nardi, saudara korban, menjelaskan bahwa Dimun biasanya tinggal berpindah-pindah di rumah tiga anaknya yang berdekatan.
Namun, saat Dimun tidak pulang, anak-anaknya mengira ia sedang menginap di rumah salah satu saudara yang lain.
Miskomunikasi ini berlangsung hingga tiga hari sebelum akhirnya mereka menyadari bahwa Dimun hilang.
"Sejak hilang pada tanggal 20 Agustus lalu, kami sudah mencari setiap hari, tapi baru hari ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa," ujar Nardi.
Kapolsek Kawedanan, AKP Suparminto, mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut.
Menurutnya, korban ditemukan di area Hutan Jati Gunung Bancak pada ketinggian 500-750 mdpl.
"Berdasarkan hasil visum luar dari tim medis Puskesmas Kawedanan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelas Suparminto.
Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak meminta otopsi lebih lanjut.
"Dimun mungkin tersesat karena faktor usia dan kondisi fisiknya yang sudah lemah," pungkas Kapolsek. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid