Jawa Pos Radar Lawu - Timnas Indonesia berhasil mencatat sejarah baru dengan menembus babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia di antara enam tim yang masih harus berjuang memperebutkan dua tiket langsung ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Babak keempat ini akan menjadi fase krusial dan penuh tantangan. Sebab, hanya juara grup dari masing-masing dua grup yang akan melaju otomatis ke Piala Dunia.
Sementara itu, dua tim peringkat kedua harus bertarung lagi di babak kelima untuk mengamankan satu tiket tambahan melalui jalur play-off antar konfederasi.
Format pertandingan di babak keempat akan menggunakan sistem round robin, di mana setiap grup yang terdiri dari tiga tim akan saling bertemu sekali di lokasi terpusat.
Pengundian grup akan dilakukan pada 17 Juli 2025, dan pertandingan dijadwalkan dimulai pada bulan Oktober.
Sebelum undian dilakukan, keenam tim akan dibagi ke dalam tiga pot berdasarkan ranking FIFA terbaru yang dirilis pada 10 Juli.
Berdasarkan prediksi Football Ranking, Indonesia diperkirakan akan naik ke peringkat 118 dunia usai mendapatkan tambahan 11,63 poin dari kemenangan atas China dan kekalahan dari Jepang.
Posisi ini menjadikan Indonesia sebagai tim dengan peringkat terendah di antara peserta babak keempat.
Sementara itu, Qatar menjadi tim dengan ranking tertinggi, yakni peringkat 53 dunia, diikuti oleh Arab Saudi (58), Irak (59), Uni Emirat Arab (66), dan Oman (79).
Dengan sistem pembagian pot, Qatar dan Arab Saudi akan menghuni Pot 1, Irak dan Uni Emirat Arab di Pot 2, sedangkan Oman dan Indonesia di Pot 3.
Karena dua tim dalam satu pot tidak bisa berada di grup yang sama, maka Indonesia dipastikan tidak akan segrup dengan Oman.
Artinya, skuad Garuda akan menghadapi salah satu dari Qatar atau Arab Saudi, serta salah satu dari Irak atau Uni Emirat Arab.
Lawan-lawan yang akan dihadapi Indonesia jelas bukan tim sembarangan. Secara peringkat dan pengalaman, mereka jauh lebih unggul.
Namun bukan berarti Indonesia tidak memiliki peluang.
Seperti yang ditunjukkan pada fase sebelumnya, skuad Garuda bisa tampil mengejutkan dan menumbangkan ekspektasi.
Apabila Indonesia tidak berhasil menjadi juara grup, perjuangan belum sepenuhnya berakhir.
Tim peringkat kedua akan menjalani babak kelima, yakni pertandingan dua leg (kandang dan tandang) pada November 2025.
Pemenangnya akan masuk ke babak play-off antar-konfederasi, yang akan digelar pada 23–31 Maret 2026.
Babak tersebut akan diikuti enam tim dari berbagai benua, satu dari CAF (Afrika), satu dari CONMEBOL (Amerika Selatan), satu dari OFC (Oseania), dua dari CONCACAF (Amerika Utara dan Tengah), serta satu dari Asia.
Enam tim ini akan dibagi ke dalam dua braket.
Empat tim non-unggulan akan bermain di semifinal, dan pemenangnya menghadapi dua tim unggulan di babak final. Dua pemenang akhir akan mendapatkan tiket terakhir ke Piala Dunia.
Jalan Indonesia masih panjang, penuh rintangan, dan diwarnai lawan-lawan tangguh.
Namun jika semangat dan konsistensi terus dijaga, tak ada yang mustahil.
Momen pengundian pada 17 Juli mendatang akan menjadi awal dari babak baru perjuangan skuad Garuda menuju panggung sepak bola terbesar di dunia. (*)
Editor : Riana M.