Jawa Pos Radar Lawu-Liverpool harus mengubur impian mereka untuk meraih trofi Piala FA setelah tersingkir di babak keempat, kalah 0-1 dari tim peringkat terbawah Liga Championship, Plymouth Argyle, pada Minggu (9/2).
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Home Park ini memberikan kejutan besar, dengan Plymouth mengalahkan The Reds berkat gol penalti Ryan Hardie pada menit ke-53.
Meskipun Liverpool mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 76 persen, tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.
Plymouth, yang lebih agresif sejak awal pertandingan, memberikan tekanan terhadap pertahanan Liverpool.
Termasuk pada menit ketiga ketika kombinasi serangan Ryan Hardie dan Darko Gyabi sempat membuat pertahanan The Reds ketar-ketir.
Bahkan, pada menit ke-11, Liverpool kehilangan bek berpengalaman Joe Gomez yang mengalami cedera dan harus digantikan oleh Isaac Mabaya.
Di babak pertama, kedua tim bermain imbang 0-0 meskipun beberapa peluang tercipta.
Salah satunya adalah tembakan keras James McConnell yang masih dapat digagalkan oleh kiper Plymouth, Conor Hazard, pada menit ke-36.Namun, awal babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Liverpool.
Pada menit ke-49, tembakan Callum Wright yang mengenai pemain Liverpool, Wataru Endo, memaksa Plymouth mendapatkan tendangan sudut.
Kemudian, pada menit ke-52, wasit menujuk titik putih usai tangan Harvey Elliott mengenai bola.
Ryan Hardie yang maju sebagai eksekutor sukses menunaikan tugasnya dengan baik, mengubah skor menjadi 1-0.
Meski demikian, Liverpool masih berusaha bangkit namun usahanya masih belum berhasil.
Plymouth Argyle juga memberikan perlawanan, Kiper Caoimhin Kelleher membuat penyelamatan gemilang pada menit ke-61 setelah menggagalkan Hardie mencetak gol kedua dalam laga tersebut.
Skor 1-0 keunggulan Plymouth Argyle bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kekalahan ini menjadi akhir dari ambisi Liverpool untuk meraih quadraple trofi musim ini, dan memupuskan harapan mereka di ajang Piala FA.
Dengan kemenangan ini, Plymouth Argyle berhasil melaju ke babak kelima Piala FA dan mencatatkan sejarah besar sebagai tim yang mengalahkan pemuncak klasemen Premier League. (*)
Editor : Riana M.