Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jelang Event Besar, GPA Susun Strategi Baru Demi Tarik Minat Penonton MotoGP di Mandalika 2025

Oktaviani Sindy • Minggu, 29 Desember 2024 | 22:02 WIB
MGPA siapkan strategi baru, termasuk tiket terjangkau dan dukungan pemerintah, untuk tarik lebih banyak penonton di MotoGP Mandalika 2025.
MGPA siapkan strategi baru, termasuk tiket terjangkau dan dukungan pemerintah, untuk tarik lebih banyak penonton di MotoGP Mandalika 2025.

Jawa Pos Radar Lawu - Pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), menargetkan peningkatan jumlah penonton pada gelaran MotoGP 2025 yang akan berlangsung pada 5 Oktober mendatang. 

Berbagai strategi tengah disiapkan guna menarik lebih banyak penggemar untuk menyaksikan ajang balap dunia ini secara langsung.

Sejak pertama kali digelar pada tahun 2022, MotoGP Mandalika telah berhasil menarik perhatian publik.

Pada tahun debutnya, sebanyak 102.801 penonton hadir di sirkuit tersebut. 

Angka ini meningkat menjadi 102.929 pada 2023, dan mencapai 120.000 penonton pada tahun 2024. 

Melihat tren tersebut, MGPA optimistis dapat meningkatkan jumlah penonton di tahun mendatang.

Direktur Teknik dan Operasi MGPA, Samsul Purba, dalam media gathering di Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (27/12/2024), menjelaskan salah satu strategi utama untuk menarik lebih banyak penonton adalah melalui pengaturan ulang strategi penjualan tiket. 

“Ya, kami rencana di tahun 2025 akan mengatur ulang strategi penjualan tiket.

Salah satunya dengan menambahkan kategori Middle Class Hospitality yang menawarkan harga lebih terjangkau tapi tetap memberikan kenyamanan,” ungkapnya.

Kategori Middle Class Hospitality ini dirancang menggunakan skema subsidi silang. 

Dengan adanya kategori tersebut, MGPA berharap dapat menurunkan harga tiket untuk kelas Grandstand Beratap menjadi Rp500 ribu dan kelas tanpa atap hanya Rp200 ribu. 

“Jadi kami akan perbanyak middle hospitality. Ini pakai sistem subsidi silang.

Kami berharap dengan banyaknya penonton ke Middle Class Hospitality, maka harga tiket Grandstand Beratap bisa kita maksimalkan hanya Rp500 ribu, yang tidak beratap Rp200 ribu,” terangnya.

Tak hanya soal tiket, MGPA juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah daerah untuk menekan biaya akomodasi, seperti penginapan dan sewa mobil.

Hal tersebut kerap menjadi keluhan selama gelaran MotoGP sebelumnya. 

Bahkan, Samsul menegaskan perlunya kerjasama erat dengan pemerintah setempat.

“Kami juga berencana menemui Pak Gubernur yang baru dilantik, bicara dengan beliau untuk dukungan yang bisa diberikan oleh pemerintah daerah.

Karena yang paling banyak mendapatkan untung dari MotoGP Mandalika adalah Pemprov NTB,” ujarnya.

Subsidi tiket pesawat selama penyelenggaraan MotoGP juga menjadi salah satu usulan MGPA. 

“Harapan kami bisa saja subsidi tiket pesawat selama MotoGP umpamanya. Kemudian mengendalikan harga akomodasi, terutama harga hotel dan sewa mobil di NTB.

Karena dua hal ini yang paling sulit dikendalikan selama ini,” pungkas Samsul.

Dengan berbagai langkah ini, MGPA berharap gelaran MotoGP Mandalika 2025 dapat menjadi lebih menarik dan nyaman bagi para penonton, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah setempat. (okta)

Editor : Riana M.
#Mandalika Grand Prix Association #jumlah penonton #MGPA #2025 #gelaran MotoGP #motogp