Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jaga Disiplin: IADO Kirim 92 Sampel Atlet Peparnas 2024 untuk Pengujian Doping di Bangkok

Dafiyatur Rurojifah • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 23:41 WIB
IADO Kirim 92 sampel atlet Peparnas 2024 untuk pengujian doping di Bangkok (Antara)
IADO Kirim 92 sampel atlet Peparnas 2024 untuk pengujian doping di Bangkok (Antara)

Jawa Pos Radar Lawu - Organisasi Anti Doping Indonesia (IADO) telah mengirimkan 92 sampel urine atlet yang berpartisipasi dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Solo, Jawa Tengah, untuk diuji doping di Bangkok, Thailand.

"Sampai dengan 10 Oktober, IADO telah mengumpulkan 92 sampel yang akan dikirim langsung ke laboratorium anti-doping di Bangkok," ujar Ketua Umum IADO, Gatot S Dewa Broto, saat dihubungi melalui telepon di Jakarta pada hari Sabtu.

Ia menambahkan bahwa hasil pengujian sampel tersebut diperkirakan akan tersedia sekitar bulan Desember.

Jika ada sampel yang menunjukkan hasil positif doping, proses persidangan akan dilaksanakan hingga Maret 2025.

Jelang akhir Peparnas, Gatot menyebutkan bahwa pengambilan sampel urine masih terus dilakukan di lapangan untuk mencapai target IADO mengumpulkan 130 sampel dari berbagai cabang olahraga.

Gatot juga menjelaskan bahwa pengawasan anti-doping pada Peparnas 2024, yang berlangsung dari 6 hingga 13 Oktober, berbeda dari sebelumnya, karena kali ini mereka melibatkan petugas edukasi (Presi), serta tenaga intelijen dan investigasi.

Dengan adanya pengawasan yang lebih baik, Gatot berharap tidak akan ada atlet yang menggunakan zat terlarang, serta baik atlet maupun ofisial dapat mematuhi aturan anti-doping.

Dia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan sangat penting, karena sesuai dengan Kode Anti-Doping Dunia, seorang atlet dapat dianggap melakukan doping tidak hanya karena terbukti mengonsumsi zat terlarang, tetapi juga jika atlet menolak untuk memberikan sampel.

Gatot juga menambahkan bahwa atlet yang sedang terkena sanksi doping tidak diperbolehkan ikut bertanding dalam Peparnas.

Menurut IADO, terdapat beberapa kasus doping yang terjadi pada Peparnas sebelumnya, yaitu dua atlet dinyatakan positif doping di Peparnas 2016 di Jawa Barat, sementara pada Peparnas 2021 di Papua, satu atlet juga terkonfirmasi doping. (*)

Editor : Riana M.
#solo #doping #Organisasi Anti Doping Indonesia #IADO #peparnas #sampel #Maret #2025 #Pekan Paralimpiade Nasional #persidangan #jawa tengah #thailand