Jawa Pos Radar Lawu - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah Filipina pada Senin (8/6) pagi.
Guncangan kuat ini memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Pemerintah Jepang turut mengeluarkan peringatan tsunami di sebagian besar wilayah pesisir Pasifik.
Badan Meteorologi Jepang memprediksi gelombang tsunami setinggi hingga satu meter berpotensi melanda beberapa kawasan mulai pukul 11.30 waktu setempat.
Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga langsung merespons kejadian tersebut dengan mengeluarkan status siaga dan waspada tsunami di sejumlah wilayah, khususnya di Sulawesi dan sekitarnya.
Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, sejumlah daerah masuk dalam kategori SIAGA tsunami.
Wilayah tersebut meliputi Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, hingga Gorontalo.
Selain itu, status siaga juga berlaku untuk Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, serta Kota Bitung.
Baca Juga: Gempa M 4,6 Guncang Sinabang Aceh, Berpusat di Laut Kedalaman 10 Km
Sementara itu, BMKG juga menetapkan status WASPADA di beberapa wilayah lainnya.
Di antaranya Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, hingga Berau.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.
BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi tsunami, termasuk segera menjauhi wilayah pesisir jika merasakan guncangan kuat atau menerima peringatan resmi.
Hingga saat ini, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan potensi tsunami dan dampaknya terhadap wilayah Indonesia.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani