Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

3 Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon, Presiden Prabowo Kecam Serangan dan Desak Investigasi

Mizan Ahsani • Senin, 6 April 2026 | 16:00 WIB
Potret Presiden Prabowo Subianto Iringi Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon (Info Indonesia)
Potret Presiden Prabowo Subianto Iringi Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon (Info Indonesia)

Jawa Pos Radar Lawu - Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia setelah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon gugur saat menjalankan tugas.

Ketiga prajurit yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tersebut menjadi korban dalam rentetan serangan yang terjadi di wilayah konflik Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026.

Peristiwa tragis ini memicu duka nasional sekaligus mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kronologi Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah serta konfirmasi dari pihak PBB, gugurnya para prajurit terjadi dalam dua insiden berbeda yang berlangsung dalam kurun waktu 24 jam.

Insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026. Saat itu, serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.

Serangan tersebut menyebabkan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon gugur di tempat.

Selain itu, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka berat dan ringan akibat serangan tersebut.

Sehari kemudian, pada Senin, 30 Maret 2026, insiden kedua kembali terjadi.

Ledakan menghantam kendaraan konvoi logistik UNIFIL di kawasan Bani Hayyan, Sektor Timur.

Ledakan tersebut menewaskan dua prajurit TNI lainnya, yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dan Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan.

Dalam peristiwa itu, dua personel lainnya juga dilaporkan mengalami luka parah.

Baca Juga: Penumpang KMP Dharma Ferry VII Jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya, TNI AL Evakuasi Jenazah Korban

Prosesi Penghormatan Terakhir di Tanah Air

Jenazah ketiga prajurit TNI tersebut berhasil dipulangkan ke Indonesia dan tiba di VIP Lounge Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026).

Prosesi persemayaman militer berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya para prajurit Indonesia.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tegas Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa negara akan selalu menghormati jasa para prajurit yang telah mengorbankan jiwa dalam menjalankan tugas internasional demi menjaga perdamaian dunia.

Dimakamkan Secara Militer di Daerah Asal

Setelah prosesi penghormatan di Jakarta, jenazah ketiga prajurit TNI tersebut kemudian diterbangkan ke daerah asal masing-masing.

Mereka dimakamkan secara militer pada Minggu (5/4/2026) dengan upacara penghormatan terakhir yang dihadiri keluarga, rekan prajurit, serta masyarakat setempat.

Kepergian ketiga prajurit tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: TNI AD Giat Bangun Jembatan Darurat Pulihkan Akses Warga Pascabanjir di Aceh

SBY dan Malaysia Desak PBB Bertindak Tegas

Tragedi ini juga memicu reaksi dari berbagai tokoh internasional. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun media sosialnya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya para prajurit TNI tersebut.

SBY menilai situasi di Lebanon saat ini sudah jauh lebih berbahaya dibandingkan kondisi normal bagi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Menurutnya, pasukan UNIFIL awalnya ditempatkan di kawasan “Blue Line” sebagai garis pemisah antara Israel dan Lebanon.

Namun dalam perkembangan terbaru, wilayah tersebut telah berubah menjadi medan pertempuran aktif.

“Sekarang ini kenyataannya mereka sudah berada di war zone, yang sehari-hari berkecamuk pertempuran antara Israel dan Hizbullah,” ujar SBY.

Ia pun mendukung langkah Presiden Prabowo yang meminta dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

SBY juga mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil keputusan penting, termasuk mempertimbangkan pemindahan pasukan UNIFIL dari wilayah pertempuran.

Malaysia Ikut Mendesak Perlindungan Pasukan PBB

Desakan serupa juga datang dari pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra).

Dalam pernyataan resminya, Malaysia meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah tegas untuk melindungi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon Selatan.

Malaysia juga mengecam keras serangan terhadap pasukan UNIFIL yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memastikan keselamatan personel PBB serta menghormati integritas misi-misi perdamaian,” demikian pernyataan resmi pemerintah Malaysia.

Baca Juga: Aksi Perang Sarung di Kebumen Batal usai TNI Turun Tangan, Orang Tua Remaja Ucap Terima Kasih

Komitmen Indonesia dalam Misi Perdamaian Dunia

Indonesia sendiri telah lama berkontribusi dalam misi perdamaian dunia melalui Kontingen Garuda.

Sejak pertama kali mengirim pasukan ke Lebanon pada 2006, Indonesia secara rutin menugaskan prajurit TNI dalam misi UNIFIL.

Hingga kini, puluhan rotasi pasukan telah diberangkatkan dengan masa penugasan rata-rata satu tahun.

Insiden gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon menjadi pengingat bahwa misi perdamaian internasional memiliki risiko besar.

Namun di balik risiko tersebut, komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas dan perdamaian dunia tetap menjadi bagian penting dari diplomasi global negara.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#Perdamaian PBB #Lebanon Selatan #duka #Presiden Prabowo #Prajurit TNI Gugur