Jawa Pos Radar Lawu - Kasus pelecehan seksual berupa begal payudara di Jalan Kutai menggegerkan media sosial setelah video aksi kejar-kejaran antara korban dan terduga pelaku beredar luas.
Korban berinisial AS (24), warga Kecamatan Lowokwaru, kini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya. Polisi pun mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Aksi Kejar-kejaran Viral di Media Sosial
Warganet sebelumnya dibuat geger oleh sebuah video berdurasi 27 detik yang memperlihatkan momen korban berusaha mengejar pengendara motor yang diduga sebagai pelaku pelecehan.
Dalam rekaman tersebut, korban yang berboncengan dengan seorang temannya tampak menunjuk seorang pria berjaket abu-abu yang mengendarai sepeda motor.
Wajah pria tersebut sempat terlihat jelas sebelum akhirnya ia menurunkan kaca helmnya.
Dengan gelagat panik, pengendara itu langsung memacu motornya dan kabur, meninggalkan korban yang terus berusaha mengejar dari belakang.
Kronologi Kejadian Menurut Korban
Kepada JawaPos.com, korban mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi sebulan lalu, tepatnya pada Rabu, 11 Februari 2026.
Saat itu ia datang ke Surabaya untuk urusan pekerjaan.
"Jadi saat itu saya ke Surabaya karena ada urusan kerjaan. Nah malamnya, saya ngajak teman saya ke coffee shop di sekitar lokasi (Jalan Kutai), tetapi ternyata tutup," ucap AS kepada JawaPos.com, Rabu (11/3).
Setelah itu, AS dan temannya mencoba mencari coffee shop lain berdasarkan rekomendasi dari media sosial.
Namun dalam perjalanan menuju lokasi kedua, tiba-tiba seorang pengendara motor laki-laki mendekati mereka.
Pelecehan Terjadi di Lampu Merah
Korban mengaku sempat merasa curiga karena pengendara tersebut terlihat seperti sedang memperhatikan mereka.
"Dia (diduga pelaku) kaya celingukan gitu, saya kira mau minta tolong atau tanya sesuatu, itu di lampu merah dan dia posisi di sebelah kanan, pas mau jalan, tiba-tiba cowok itu pegang area sensitif saya," imbuhnya.
Peristiwa itu membuat korban syok hingga tubuhnya seperti membeku seketika.
Namun teman korban langsung bereaksi cepat dengan mengeluarkan ponsel dan merekam wajah terduga pelaku.
Pelaku Kabur di Sekitar Kebun Binatang Surabaya
Setelah kejadian, korban dan temannya mencoba mengejar pelaku sambil berteriak.
Namun pelaku akhirnya berhasil kabur di sekitar Kebun Binatang Surabaya.
"Kami sudah coba kejar dan teriak-teriak, tetapi di sekitar Kebun Binatang Surabaya itu kita sudah kehilangan jejak. Untungnya teman saya rekam dan pas nggak pakai masker, jadi wajah dia (diduga pelaku) kelihatan jelas," ujar AS.
Rekaman video tersebut kemudian menjadi bukti penting bagi korban untuk melaporkan kasus ini ke polisi.
Polisi Telusuri Identitas Pelaku
Tak lama setelah kejadian, korban langsung membuat laporan ke Polrestabes Surabaya.
Kasus ini kini ditangani oleh Satuan Reserse Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO).
Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Hadi Ismanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban.
"Terima kasih informasinya, iya benar (telah menerima laporan dari korban begal payudara di Jalan Kutai)," ujarnya.
Motor yang Dipakai Pelaku Diduga Bukan Miliknya
Korban juga mengungkap perkembangan terbaru yang ia terima dari pihak kepolisian.
"Update terbaru yang saya dapat, polisi bilang kalau kendaraan yang dipakai saat itu bukan motor aslinya, antara motor pinjaman atau motor punya dia (diduga pelaku) tetapi belum balik nama," pungkas AS.
Informasi tersebut membuat proses pelacakan pelaku menjadi lebih kompleks, namun polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap identitas pengendara yang diduga melakukan pelecehan tersebut. (fin)
Editor : AA Arsyadani