Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pemkab Sidoarjo Kerahkan Alat Berat Atasi Banjir di Sekitar Lippo Plaza, Normalisasi Saluran Air Dipercepat

Nur Wachid • Sabtu, 15 November 2025 | 03:10 WIB
Pemkab Sidoarjo turunkan alat berat untuk normalisasi saluran air di Lippo Plaza, cegah banjir saat hujan deras melanda kota. (Sumber: ANTARA/HO-Kominfo Kabupaten Sidoarjo)
Pemkab Sidoarjo turunkan alat berat untuk normalisasi saluran air di Lippo Plaza, cegah banjir saat hujan deras melanda kota. (Sumber: ANTARA/HO-Kominfo Kabupaten Sidoarjo)

Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengambil langkah cepat dan tegas dalam menangani banjir yang kerap melanda kawasan sekitar Lippo Plaza Sidoarjo, terutama di Jalan Raya Cemengkalang.

Rabu (12/11/2025), Pemkab Sidoarjo mengerahkan sejumlah alat berat untuk melakukan normalisasi saluran air yang menjadi titik rawan genangan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya intensitas hujan dan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.

Banjir yang terjadi di sekitar Lippo Plaza bukanlah hal baru bagi warga Sidoarjo. Setiap kali hujan deras mengguyur, kawasan tersebut kerap tergenang air hingga mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas.

Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun tangan dengan mengerahkan ekskavator dan dump truck untuk mempercepat proses pengerukan dan pembersihan saluran air.

Langkah normalisasi ini mencakup pembersihan sedimentasi, pengangkatan sampah, serta pelebaran saluran drainase yang selama ini menjadi penyebab utama terjadinya genangan.

Selain itu, tim teknis juga melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik rawan banjir di sekitar Lippo Plaza dan kawasan sekitarnya, termasuk wilayah Cemengkalang, Gading Fajar, dan Jalan Pahlawan.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan dinas teknis, tetapi juga menggandeng unsur TNI, Polri, dan relawan kebencanaan untuk mempercepat proses penanganan. Koordinasi lintas sektor dilakukan agar penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengendalian banjir di wilayah perkotaan.

Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa seluruh saluran air yang mengarah ke Sungai Pucang dan Sungai Porong dapat berfungsi optimal. Kedua sungai tersebut merupakan jalur utama pembuangan air hujan dari wilayah pusat kota Sidoarjo. Dengan memperlancar aliran air ke sungai-sungai tersebut, diharapkan genangan di kawasan Lippo Plaza dapat diminimalisir secara signifikan.

Selain pengerahan alat berat, Pemkab Sidoarjo juga mengaktifkan sistem pompa air di beberapa titik strategis. Pompa-pompa ini difungsikan untuk mempercepat pengeringan genangan air yang masih tersisa pasca hujan deras. Sistem pompa tersebut telah diperbarui sejak awal tahun 2025 dan kini digunakan secara maksimal dalam menghadapi musim hujan.

Langkah antisipatif lainnya yang dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air. Pemkab Sidoarjo juga mengimbau warga untuk melaporkan jika menemukan saluran air yang tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik.

Dalam beberapa hari ke depan, Pemkab Sidoarjo berencana melanjutkan kegiatan normalisasi ke wilayah lain yang juga rawan banjir, seperti Taman, Waru, dan Buduran. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanganan banjir terpadu yang telah dirancang sejak awal tahun dan kini mulai diimplementasikan secara intensif.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, wilayah Jawa Timur termasuk Sidoarjo diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan hingga pertengahan November 2025. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi sangat krusial dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan posko siaga banjir di beberapa titik, termasuk di sekitar Lippo Plaza, untuk memberikan bantuan cepat kepada warga yang terdampak. Posko ini dilengkapi dengan peralatan evakuasi, logistik darurat, serta tenaga medis yang siap siaga selama 24 jam.

Langkah-langkah yang diambil oleh Pemkab Sidoarjo ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha di sekitar Lippo Plaza yang turut membantu dalam penyediaan logistik dan fasilitas pendukung. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menghadapi tantangan banjir yang semakin kompleks.

Dengan adanya normalisasi saluran air dan pengerahan alat berat, diharapkan kawasan Lippo Plaza dan sekitarnya dapat terbebas dari genangan air yang selama ini menjadi keluhan utama warga dan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem drainase kota agar lebih tangguh menghadapi musim hujan.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkab Sidoarjo juga tengah menyusun rencana pembangunan sistem drainase terpadu berbasis teknologi digital. Sistem ini akan memungkinkan pemantauan aliran air secara real-time dan memberikan peringatan dini jika terjadi potensi banjir. Rencana ini diharapkan dapat mulai diimplementasikan pada tahun 2026 mendatang.

Langkah-langkah konkret yang telah dilakukan menunjukkan keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam menangani persoalan banjir secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan sinergi antarinstansi, Sidoarjo diharapkan mampu menjadi kota yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#sidoarjo #banjir #Lippo plaza #pemkab