SURABAYA, Jawa Pos Radar Lawu - Sebaran abu vulkanik akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan mengganggu penerbangan.
Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) berupaya membantu masyarakat dengan menyiagakan armada laut.
Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo menyebut jika dalam kondisi darurat konektivitas tetap penting.
Masyarakat bisa memakai jalur laut untuk bepergian.
Selain itu, Khoiri juga menjelaskan distribusi logistik harus tetap berjalan lancar.
“Ini masa libur sekolah. Sehingga perjalanan masyarakat tidak boleh terganggu,” kata Khoiri.
Dia memastikan jika seluruh kapal laut yang terhubung ke NTT tetap beroperasi.
“Tak ada masalah. Tetap lancar operasionalnya,” tambahnya.
Saat ini, lanjut Khoiri, tercatat ada 54 kapal yang stanby di rute Ketapang-Gilimanuk.
Di rute Padangbai-Lembar sebanyak 26 kapal. Lalu untuk lintasan Kayangan-Pototano sebanyak 28 kapal.
Gapasdap juga memastikan kapal di lintasan Sape-Labuhan Bajo sebanyak dua kapal tetap beroperasi.
“Semua armada sudah dicek. Semua dalam kondisi layak,” kata Khoiri.
Dia juga menegaskan jika kapal laut siap menghadapi lonjakan akibat libur sekolah.
Termasuk di rute-rute strategis di Jatim seperi Ketapang-Gilimanuk, Lamongan-Bawean, dan Jangkar-Kalianget. (kid)
Editor : Nur Wachid