Jawa Pos Radar Lawu - Insiden tragis jatuhnya pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India di Ahmedabad, Gujarat, India, Kamis (12/6/2025), kini memasuki babak baru.
Usai sebelumnya dikabarkan tidak ada korban selamat, otoritas resmi akhirnya mengonfirmasi satu penumpang ditemukan hidup.
Korban selamat tersebut bernama Vishwash berusia (40) tahun, berasal dari warga Inggris keturunan India. Ia selamat dari kecelakaan maut yang menewaskan 241 penumpang dan kru lainnya.
Diketahui, Vishwash saat itu tengah melakukan perjalanan pulang ke London bersama kakaknya, Ajay Kumar Ramesh berusia (45) tahun, yang menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi tersebut.
Menurut penuturan Vishwash, 30 detik setelah lepas landas kondisi pesawat mulai bergetar hebat setelah terdengar suara keras dari bagian bawah badan pesawat.
Tak lama kemudian, kendali hilang dan pesawat langsung menukik.
“Semuanya terjadi begitu cepat,” ujarnya dalam kondisi masih syok.
Dari, kesaksiannya kini menjadi satu-satunya saksi hidup dari tragedi maut mengerikan tersebut.
Pesawat Air India nomor penerbangan AI171 lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel pada pukul 13.39 waktu setempat menuju Bandara Gatwick, London.
Dalam keterangan, pesawat mengangkut total 242 orang, terdiri dari 169 WN India, 53 WN Inggris, 1 WN Kanada, dan 7 WN Portugal, termasuk 2 pilot dan 10 awak kabin.
Menurut Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA), pesawat dikemudikan oleh Kapten Sumeet Sabharwal yang telah mengantongi 8.200 jam terbang, serta Kopilot Clive Kundar dengan pengalaman 1.100 jam.
Tak lama usai take-off dari landasan pacu 23, pilot sempat mengirimkan panggilan darurat “Mayday”, yang menjadi kata terakhir yang diterima menara pengawas (ATC).
“Mayday” Apa artinya? Dalam dunia penerbangan artinya adalah kode darurat internasional untuk kondisi yang mengancam nyawa.
Setelah panggilan itu, tak ada komunikasi lanjutan dari kokpit meskipun pengawas lalu lintas udara terus mencoba menghubungi.
Data pelacakan menunjukkan pesawat hanya mencapai ketinggian maksimum 625 kaki sebelum hilang dari radar dan jatuh.
Puluhan ambulans, petugas pemadam, dan polisi mengepung lokasi, puing-puing pesawat berserakan, beberapa bahkan menancap di atap rumah warga.
Bau menyengat bahan bakar terbakar dan asap hitam pekat menyelimuti kawasan padat penduduk itu.
Sementara itu, Air India telah membuka nomor hotline 1800 5691 444 bagi keluarga korban untuk memperoleh informasi resmi.
Munculnya Vishwash sebagai satu-satunya korban selamat memberi harapan baru, pihak kepolisian menyatakan bahwa pencarian diperluas, dengan harapan masih ada penumpang lain yang ditemukan hidup.
Kesaksian Vishwash kini menjadi petunjuk vital untuk mengungkap detik-detik terakhir tragedi dan memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam hitungan detik sebelum Boeing 787 itu jatuh. (okta)
Editor : Riana M.