Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Innalillahi, Tokoh Perempuan NU Nyai Nur Fadilah Wafat di Atas Pesawat saat Perjalanan Haji, Dunia Pesantren Berduka

Indi Wardani • Jumat, 9 Mei 2025 | 18:15 WIB
Postingan nahrawi_imam tentang kepergian nyai hj djamilah Hamid Baidowi lasem
Postingan nahrawi_imam tentang kepergian nyai hj djamilah Hamid Baidowi lasem

Jawa Pos Radar Lawu — Duka mendalam kembali menyelimuti Nahdlatul Ulama (NU) dan keluarga besar pondok pesantren di Indonesia.

Tokoh perempuan yang dikenal dengan ketawadhuan dan dedikasinya dalam kegiatan dakwah dan keumatan, Ibu Nyai Hj. Nur Fadilah, wafat saat berada di atas pesawat menuju Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Almarhumah yang akrab disapa Ning Dila itu merupakan calon jamaah haji asal Taman, Sidoarjo, yang tergabung dalam kelompok embarkasi SUB-20 dan berangkat bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Rohmatul Ummah.

Perjalanan suci yang mestinya menjadi titik awal ibadah puncak dalam hidupnya justru menjadi perjalanan terakhir yang mengantarkannya kepada Sang Khalik.

Nyai Nur Fadilah menghembuskan napas terakhir di dalam pesawat Saudi Arabia Airlines nomor penerbangan SV5323 pada Kamis (8/5/2025) sekitar pukul 07.00 waktu setempat, saat pesawat berada di ketinggian ribuan kaki menuju Madinah Al-Munawwarah.

Peristiwa tersebut sontak mengundang keharuan mendalam di antara sesama jemaah dan menjadi viral usai dibagikan melalui akun Instagram @nahrawai_imam.

“Innaalillaahi wainnaa ilaihi roji’uun. Setelah kita kehilangan KH Alamuddin Dimyati Rois Kendal, KH Hasyim Karim Tebuireng, dan Ibu Nyai Hj. Djamilah Hamid Baidowi Lasem, kini kita kembali berduka.

Pagi ini, di atas pesawat Saudi Arabia SV5323, jam 07.00 waktu setempat, telah wafat Ibu Nyai Hj. Nur Fadilah. Semoga husnul khotimah dan kelak dimakamkan di Madinah, kota Nabi tercinta,” tulis akun tersebut.

Kepergian beliau meninggalkan luka yang mendalam bagi banyak kalangan, terutama bagi keluarga besar Pondok Pesantren Bahauddin Ali Ar Rofi’i, Ngelom, Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, tempat di mana beliau berkhidmah dan mengabdikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan santri, serta pemberdayaan umat, khususnya kalangan perempuan.

Sebagai menantu dari salah satu keluarga besar pesantren tersebut, kehadiran Nyai Nur Fadilah selama ini dikenal sangat aktif mendampingi suami dan membina majelis taklim di sekitarnya.

Baca Juga: Pantai Srau Pacitan, Nikmati Daya Tarik Wisata Andalan dan Aktivitas Seru saat Liburan, Ini Rute Lokasinya!

Dalam keseharian, Ning Dila dikenal sebagai sosok yang ramah, santun, dan tak pernah lelah memberi ilmu serta semangat keislaman kepada masyarakat, baik melalui pengajian rutin maupun kegiatan sosial keagamaan.

Banyak pihak yang merasa kehilangan atas wafatnya beliau, termasuk para alumni pesantren dan masyarakat sekitar.

“Kami sangat kehilangan sosok yang menjadi teladan, panutan, dan sahabat dalam perjuangan dakwah. Beliau selalu hadir dengan senyum dan keteduhan. Allah memilih beliau wafat dalam perjalanan ibadah ke tanah suci — ini bukan hanya duka, tetapi juga kehormatan besar,” ujar salah satu kerabat keluarga kepada media lokal.

Pihak KBIH Rohmatul Ummah menyampaikan bahwa prosesi pemakaman almarhumah kemungkinan besar akan dilakukan di kota suci Madinah, menyesuaikan dengan prosedur otoritas setempat dan pihak keluarga.

Jika terlaksana, hal ini menjadi anugerah dan keistimewaan luar biasa, karena tidak semua jemaah haji mendapat kesempatan untuk dimakamkan di tanah penuh keberkahan, dekat dengan makam Nabi Muhammad SAW.

Kepergian beliau menyusul deretan tokoh besar NU yang wafat dalam waktu berdekatan, seperti KH Alamuddin Dimyati Rois, KH Hasyim Karim, dan Ibu Nyai Djamilah Hamid Baidowi.

Rangkaian kehilangan ini menjadi momentum bagi umat untuk memperbanyak doa dan renungan, serta melanjutkan perjuangan dan warisan ilmu dari para ulama dan nyai yang telah berpulang.

“Selamat jalan, Bu Nyai. Engkau pergi di waktu yang sangat mulia, menuju tempat yang sangat suci. InsyaAllah, engkau termasuk orang-orang yang dipanggil dalam keadaan bersih dan penuh kemuliaan,” ucap seorang sahabat dekatnya sambil menahan air mata.

Seluruh keluarga besar NU, santri, dan masyarakat luas turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Nyai Nur Fadilah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosa, dan menempatkannya di sisi para shalihin.

Al-Fatihah untuk almarhumah Hj. Nur Fadilah… 

Editor : Nur Wachid
#meninggal #Nyai Nur Fadilah #Ponpes Tebuireng #jombang #tanah suci #Tokoh perempuan NU