Jawa Pos Radar Lawu – Archewell Foundation, yayasan yang didirikan oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle, tengah menjadi sorotan dunia setelah memutuskan menghentikan donasi kepada Milwaukee Muslim Women’s Coalition (MMWC), organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang selama ini dikenal fokus memberdayakan perempuan Muslim dan pengungsi.
Keputusan ini mencuat ke publik setelah terungkap bahwa pendiri MMWC, Janan Najeeb, diketahui menulis opini publik yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan mengkritik tindakan militer Israel atas konflik yang terus memanas di Gaza.
Tulisan tersebut dianggap oleh pihak yayasan sebagai “berlawanan dengan nilai-nilai” yang dipegang Archewell Foundation.
Penjelasan Yayasan: “Kami Tidak Toleransi Ujaran Kebencian”
Baca Juga: Anti Bingung! Petunjuk Arah dan Tips Nyaman Menuju Taman Kelinci Padusan
Dalam surat resmi yang dikirim ke MMWC, Archewell menyatakan bahwa keputusan menghentikan hubungan kerja sama diambil karena konten opini tersebut mengandung narasi yang bisa dianggap mengarah pada ujaran kebencian atau bias politik yang tak sejalan dengan prinsip yayasan.
“Kami mendukung solidaritas dan kemanusiaan untuk semua, namun kami tidak bisa terlibat dalam kerja sama dengan organisasi atau individu yang menyuarakan pandangan yang berpotensi menciptakan polarisasi atau memperkeruh konflik global,” tulis Archewell dalam suratnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, Archewell Foundation belum memberikan penjelasan publik secara langsung melalui kanal resmi mereka.
MMWC Kecewa, Publik Terbelah
Baca Juga: Nggak Cuma Parfum! 5 Pewangi Baju Ini Bikin Pakaian Wangi Tahan Lama Seharian
Pihak MMWC menyatakan kekecewaannya atas keputusan Archewell, terlebih karena donasi yang diberikan sebelumnya telah mendukung berbagai kegiatan positif bagi komunitas Muslim perempuan, termasuk pengungsi dari negara-negara konflik.
“Kami selama ini berdiri untuk hak asasi manusia dan keadilan bagi semua.
Kami menyayangkan jika suara tentang kemanusiaan justru dipandang sebagai ujaran kebencian,” ujar Janan Najeeb dalam pernyataan terbukanya.
Publik pun terbelah. Sebagian menganggap keputusan yayasan sebagai langkah diplomatis dan upaya menjaga netralitas politik dalam kerja-kerja sosial.
Namun tak sedikit pula yang menuduh Archewell Foundation bersikap hipokrit dan mengekang kebebasan berekspresi.
Perdebatan Seputar Palestina dan Filantropi Global
Keputusan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi global atas konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
Banyak tokoh, lembaga, bahkan figur publik dunia telah menunjukkan sikap atau dukungannya dalam berbagai bentuk, termasuk kampanye bantuan kemanusiaan, pernyataan publik, hingga aksi sosial.
Namun ketika lembaga filantropi seperti Archewell yang selama ini dikenal mendukung inklusivitas dan keadilan sosial justru memilih menarik dukungan karena alasan politik.
Hal ini memunculkan pertanyaan baru: sejauh mana organisasi sosial dapat bersikap netral dalam isu kemanusiaan yang bersinggungan dengan politik global?
Catatan Tambahan: Rekam Jejak Archewell Foundation
Archewell Foundation dibentuk oleh Harry dan Meghan pasca-mundur dari tugas-tugas kerajaan Inggris.
Fokus yayasan ini berada pada bidang kesejahteraan mental, kesetaraan gender, serta dukungan untuk komunitas yang terpinggirkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Archewell telah mendanai berbagai inisiatif global mulai dari bantuan COVID-19 hingga proyek literasi anak.
Namun, keputusan terkait MMWC menjadi salah satu langkah paling kontroversial dalam perjalanan yayasan sejauh ini.
Kesimpulan: Antara Nilai, Politik, dan Kemanusiaan
Baca Juga: Dari Pena Kartini untuk Bangsa: Jejak Perjuangan Hingga Jadi Peringatan Nasional
Apa yang dilakukan Archewell Foundation mencerminkan dilema klasik dalam dunia filantropi: ketika nilai organisasi bertemu dengan tekanan opini publik dan dinamika geopolitik.
Kasus ini mengajarkan bahwa bahkan dalam kerja sosial, netralitas adalah posisi yang sulit untuk dipertahankan sepenuhnya.
Sebagai tokoh publik dengan pengaruh besar, setiap keputusan Harry dan Meghan akan selalu diperhatikan.
Namun bagaimana mereka menjelaskan dan menyikapi kritik ini, akan menentukan seberapa besar integritas dan konsistensi yayasan mereka di mata dunia. (*)
Editor : Riana M.