Jawa Pos Radar Lawu – Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut, Kabupaten Klaten, kembali membuat gebrakan luar biasa dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp 457 juta kepada seluruh warganya, termasuk bayi yang baru lahir!
Kebijakan ini sontak menjadi sorotan dan menuai banyak pujian, karena menunjukkan kepedulian desa terhadap kesejahteraan masyarakat menjelang Idulfitri.
Menariknya, dana untuk THR ini bukan berasal dari anggaran pemerintah pusat, melainkan dari hasil pengelolaan objek wisata Umbul Pelem Water Park, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Kamulyan.
Apa saja fakta menarik di balik pembagian THR ini? Berikut 7 fakta yang wajib kamu ketahui!
1. Total THR Mencapai Rp 457 Juta, Bersumber dari Wisata Desa
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Lokal dengan Aroma Spicy, Cocok Meningkatkan Kesan Karismatik di Acara Formal
Pemdes Wunut mengalokasikan dana sebesar Rp 457 juta untuk program THR ini.
Menurut Kepala Desa Wunut, Iwan, uang tersebut berasal dari pendapatan Umbul Pelem Water Park, objek wisata air yang dikelola oleh BUMDes Sumber Kamulyan.
“Uang yang kita berikan untuk warga berasal dari pengelolaan objek wisata Umbul Pelem Water Park yang dikelola oleh BUMDes Sumber Kamulyan,” ungkap Iwan.
Keberhasilan desa dalam mengelola wisata ini membuktikan bahwa jika sumber daya desa dimanfaatkan dengan baik, hasilnya bisa kembali kepada masyarakat dalam bentuk kesejahteraan.
2. THR Dibagikan ke Seluruh Warga, Termasuk Bayi yang Baru Lahir!
Uniknya, THR ini tidak hanya diberikan kepada kepala keluarga atau orang dewasa, tetapi juga kepada bayi yang baru lahir.
“Kami ingin semua warga, tanpa terkecuali, merasakan kebahagiaan Lebaran. Bahkan bayi yang baru lahir pun mendapat bagian,” ujar Iwan.
Kebijakan ini membuat warga semakin antusias karena semua anggota keluarga mendapatkan manfaat dari program ini.
3. THR Berupa Uang Tunai dan Sembako
THR ini diberikan dalam dua bentuk, yakni uang tunai dan paket sembako. Paket sembako yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Idulfitri.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar bermanfaat. Uang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya, sementara sembako bisa langsung dimanfaatkan untuk Lebaran,” kata salah satu perangkat desa.
4. Program THR Desa Pertama di Klaten, Jadi Contoh bagi Daerah Lain
Langkah yang dilakukan oleh Pemdes Wunut ini menjadi program THR desa pertama di Kabupaten Klaten. Bahkan, program seperti ini sangat jarang dilakukan di desa lain di Indonesia.
Banyak pihak menilai bahwa keberhasilan Pemdes Wunut dalam mengelola wisata desa dan mengembalikan manfaatnya ke masyarakat bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kalau desa bisa mandiri secara ekonomi, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Apa yang dilakukan Desa Wunut ini luar biasa dan patut ditiru,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
5. Warga Sambut Antusias, Lebaran Jadi Makin Meriah
Warga Desa Wunut menyambut program ini dengan penuh antusias dan rasa syukur. Banyak yang tidak menyangka bahwa mereka akan mendapatkan THR langsung dari desa.
“Biasanya THR hanya untuk pekerja, tapi ini semua warga dapat. Alhamdulillah, sangat membantu, apalagi harga kebutuhan naik menjelang Lebaran,” kata salah satu warga.
Banyak juga yang kagum dengan cara Pemdes Wunut mengelola dana desa dari sektor wisata sehingga bisa memberikan manfaat langsung kepada warganya.
6. Proses Pembagian Transparan, Semua Warga Terdata
Sebelum membagikan THR, Pemdes Wunut telah melakukan pendataan dan verifikasi agar bantuan diberikan secara adil dan tepat sasaran.
“Kami pastikan semua warga terdata dan mendapatkan haknya. Tidak ada yang terlewat, semua menerima sesuai jumlah yang telah ditetapkan,” jelas perangkat desa.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari kecemburuan sosial dan memastikan bahwa program THR benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.
7. Warga Berharap Program Ini Jadi Tradisi Tahunan
Melihat dampak positifnya, banyak warga berharap program THR dari desa ini bisa menjadi tradisi tahunan. Selain membantu ekonomi warga, program ini juga mempererat kebersamaan dan rasa gotong royong di desa.
“Semoga program ini terus berlanjut, dan ke depan bisa lebih besar lagi. Ini bukti kalau desa yang dikelola dengan baik bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakatnya,” kata salah satu warga dengan penuh harapan.
Dengan adanya program THR ini, suasana Lebaran di Desa Wunut semakin meriah dan penuh kebahagiaan. Warga merasakan manfaat langsung dari keberhasilan desa dalam mengelola asetnya.
Apakah desa lain akan mengikuti jejak Pemdes Wunut dalam memberikan THR kepada warganya? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya! (*)
Editor : Riana M.