Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Buntut Pernyataan Ketum PDIP, Gubernur Lemhannas Ajak Kepala Daerah Pahami Geopolitik Global untuk Perkuat Ketahanan Nasional

Oktaviani Sindy • Senin, 24 Februari 2025 | 00:12 WIB
Gubernur Lemhannas ajak kepala daerah pahami geopolitik global untuk perkuat ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Gubernur Lemhannas ajak kepala daerah pahami geopolitik global untuk perkuat ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Jawa Pos Radar Lawu - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, memberikan arahan penting kepada para kepala daerah peserta retret di Akademi Militer Magelang, Sabtu (22/2/2025).

Dalam sambutannya, Ace menekankan pentingnya pemahaman dinamika geopolitik global guna memperkuat ketahanan nasional.

Mengawali pidatonya, Ace Hasan Syadzily mengutip Presiden RI pertama, Soekarno: "Berpikirlah besar karena kita adalah bangsa besar."

Pesan ini disampaikan kepada ratusan kepala daerah yang hadir sebagai pengingat akan tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan nasional.

Ace pun menyoroti kompleksitas geopolitik global, termasuk rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, konflik Rusia-Ukraina, ketegangan Israel-Palestina, hingga ketidakstabilan di kawasan Indo Pasifik.

Selain itu, ia juga membahas isu perubahan iklim dan ancaman transnasional yang membutuhkan perhatian serius.

"Pentingnya pemahaman geopolitik global dan sinergi antar daerah untuk memperkuat ketahanan nasional," ungkap Ace.

Tak hanya itu, Ace juga menyoroti peluang besar Indonesia melalui bonus demografi.

Dimana, Iia menyebutkan bahwa reformasi struktural, hilirisasi sumber daya alam, dan investasi teknologi adalah kunci untuk mencapai pendapatan per kapita sebesar 12.233 dolar AS dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari lima besar ekonomi dunia.

"Bonus demografi harus dimanfaatkan melalui reformasi struktural, hilirisasi sumber daya alam, dan investasi teknologi," ujarnya.

Lebih lanjut, Ace menjelaskan Asta Cita, strategi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan nasional yang dinamis.

Baca Juga: Beredar Isu Batal Dicabut, Menteri ATR/BPN Nusron Tegaskan SHGB di Sepanjang Pagar Laut Tangerang Tetap Dicabut

Kepala daerah kata Ace, harus mampu memanfaatkan peluang ini sembari mengantisipasi berbagai ancaman melalui kebijakan inovatif.

"Kepala daerah harus mampu memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi berbagai ancaman melalui kebijakan yang inovatif," tambahnya.

Selanjutnya Ace mengingatkan bahwa kebijakan buruk berakar dari kepemimpinan yang tidak baik, mengutip Presiden Prabowo, "Kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala."

Ia bahkan menyerukan solidaritas dan sinergi seluruh pemimpin daerah untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

"Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, mari songsong Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berdaulat," tegasnya.

Retret ini berlangsung selama dua hari dengan pembagian materi dalam empat kelas. Setiap kelas akan dibagi ke dalam kelompok kecil untuk diskusi yang diharapkan menghasilkan ide-ide konstruktif dalam menjaga dan membangun ketahanan daerah di wilayah masing-masing.

Arahan Gubernur Lemhannas ini menjadi pengingat penting bagi kepala daerah untuk berpikir besar, memahami tantangan global, dan bersinergi demi masa depan Indonesia yang lebih kuat. (okta)

Editor : Riana M.
#ketahanan nasional #Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional #presiden prabowo subianto #Asta Cita