Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Insiden Penembakan 5 PMI di Perairan Tanjung Rhu Kian Memanas, Presiden Prabowo Tegas Minta Malaysia Investigasi

Oktaviani Sindy • Jumat, 31 Januari 2025 | 16:41 WIB
Prabowo meminta Malaysia untuk menyelidiki insiden penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia di perairan Tanjung Rhu segera.
Prabowo meminta Malaysia untuk menyelidiki insiden penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia di perairan Tanjung Rhu segera.

Jawa Pos Radar Lawu – Kian memanas, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, mendesak Malaysia untuk segera melakukan investigasi terkait insiden penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perairan Tanjung Rhu, Selangor, yang terjadi pada Jum’at (24/1/2025).

Hal ini berakibat pada 1 orang PMI yang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Prabowo dengan tegas mengungkapkan harapannya untuk penyelidikan yang mendalam setelah kejadian tragis ini.

 "Ya itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi ya kan," kata Prabowo usai memberikan arahan pada acara Rapim TNI-Polri 2025 di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Bahkan, ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa pihak Malaysia akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius.

Insiden penembakan bermula ketika aparat Malaysia, Angkatan Pertahanan Malaysia (APMM),

berpatroli di perairan Tanjung Rhu dan menghentikan kapal yang membawa lima warga negara Indonesia.

Kapal tersebut, yang diduga digunakan untuk menyelundupkan PMI secara ilegal, menolak untuk berhenti dan berusaha melarikan diri.

Kejadian ini menyebabkan APMM menembaki kapal tersebut, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.

Hanya satu dari lima korban yang membawa identitas paspor yang sah.

Kendati demikian, Prabowo mengingatkan masyarakat Indonesia untuk berhati-hati terhadap sindikat penyalur PMI ilegal.

Baca Juga: Tepis Isu Lonjakan Harga, Pertamina Pastikan LPG 3 Kg Tetap Sesuai HET di Pangkalan Resmi

"Jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal. Kalau nyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengimbau agar rakyat tidak mudah terjebak dalam janji-janji manis sindikat yang menawarkan pekerjaan di luar negeri tanpa prosedur yang jelas.

Insiden ini kian  menjadi sorotan publik, mengingat keprihatinan yang terus meningkat terkait nasib pekerja migran Indonesia yang rentan terhadap eksploitasi dan tindak kekerasan, terutama bagi mereka yang berangkat secara ilegal.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperjuangkan perlindungan bagi PMI dan menanggulangi praktik ilegal yang merugikan warga negara.

Dengan adanya permintaan investigasi dari Presiden Prabowo, publik menantikan langkah konkret dari pihak Malaysia untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi ini. (okta)

Ahli Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Jember, Eddy Mulyono, S.H., M.Hum.,
Ahli Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Jember, Eddy Mulyono, S.H., M.Hum.,
Editor : Riana M.
#malaysia #penembakan wni #Presiden Prabowo #masyarakat indonesia #Tanjung Rhu #pekerja migran Indonesia (PMI)