Jawa Pos Radar Lawu - Toyota Indonesia mencatat lonjakan permintaan ekspor kendaraan elektrifikasi hingga lebih dari 111 persen sepanjang 2024.
Dimana, angka ini sontak menjadi kabar baik di tengah koreksi kinerja otomotif nasional.
Selain itu, kendaraan elektrifikasi buatan lokal memberikan kontribusi signifikan pada ekspor otomotif nasional, mencapai 18.553 unit. Jumlah tersebut jauh melampaui capaian tahun lalu yang hanya 8.792 unit.
Model andalan seperti Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) menyumbang 11.790 unit, sementara Yaris Cross HEV mencatatkan 6.763 unit.
Bahkan, kedua model kendaraan ini diproduksi di Pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang Plant 1, Jawa Barat, dan semakin diminati di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, serta Timur Tengah.
“Kendaraan elektrifikasi yang semakin diminati menunjukkan kepedulian konsumen global terhadap isu perubahan iklim dan lingkungan 'Carbon is our Enemy',” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN, dalam keterangan resmi pada Kamis (30/1/2025).
Tak hanya itu, Bob juga menambahkan bahwa industri otomotif nasional harus siap menghadapi perubahan dengan membentuk ekosistem kendaraan elektrifikasi guna memenuhi kebutuhan pasar internasional di era transisi energi.
“Melalui strategi multi-pathway, kami menjawab beragam permintaan teknologi kendaraan sambil mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional dari masa lalu hingga masa depan,” lanjutnya.
Performa Ekspor Toyota di 2024
DI sisi lain, Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, juga menuturkan bahwa selain kendaraan elektrifikasi, model seperti Veloz dan Fortuner juga memberikan kontribusi besar dengan total ekspor mencapai 110.714 unit sepanjang 2024.
“Toyota Indonesia terus meningkatkan daya saing produk buatan lokal dengan kompetensi SDM dalam negeri yang telah teruji selama lebih dari lima dekade,” ujar Nandi.
Secara keseluruhan, Toyota Indonesia mengekspor kendaraan ke lebih dari 80 negara, baik dalam bentuk utuh (CBU), terurai (CKD), maupun komponen seperti mesin dan alat pendukung produksi.
Berdasarkan data Gaikindo, total ekspor kendaraan Toyota Indonesia sepanjang 2024 mencapai 276.089 unit, sedikit terkoreksi sebesar 5 persen dibandingkan 290.772 unit pada 2023.
Selanjutnya, Toyota Indonesia juga berkomitmen mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dengan menyediakan berbagai teknologi kendaraan, mulai dari ICE rendah emisi, HEV, PHEV, BEV, hingga FCEV.
“Kami memastikan produk buatan SDM Tanah Air mampu memenuhi kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif,” tegas Nandi.
Di Tahun 2025 ini, Toyota menargetkan pencapaian kinerja ekspor pada level yang sama dengan 2024, sembari mengevaluasi peluang ke negara tujuan non-tradisional.
Berikut dibawah ini adalah rincian kinerja ekspor 2024:
- Tipe SUV (Fortuner, Rush, Raize): 114.819 unit.
- Tipe MPV (Kijang Innova, Kijang Innova Zenix, Avanza, Town/Lite Ace, Veloz): 89.681 unit.
- Tipe Sedan, Hatchback, LCGC (Agya, Yaris Cross): 53.036 unit.
- Kijang Innova Zenix Hybrid: 11.790 unit.
- Yaris Corolla Cross Hybrid: 6.763 unit.
Dengan strategi yang matang dan dukungan insentif, Toyota Indonesia optimis dapat terus menjadi penggerak utama ekspor otomotif nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat. (okta)
Editor : Riana M.