Jawa Pos Radar Lawu - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Sepanjang 2024, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1.106 triliun kepada UMKM, atau sekitar 82 persen dari total kredit yang disalurkan perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan upaya BRI untuk membantu UMKM naik kelas, bahkan hingga mampu bersaing di pasar ekspor.
“Komitmen ini kami wujudkan melalui penyaluran kredit kepada UMKM sebesar Rp 1.106 triliun, yang merupakan 82 persen dari total kredit yang disalurkan BRI,” ujar Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam pembukaan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 dan BRI Microfinance Outlook 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/1/2025).
Kini, BRI berupaya mengimplementasikan berbagai strategi untuk mendukung UMKM, mulai dari pembiayaan, pendampingan, hingga inovasi teknologi:
- Integrasi Layanan Ultra Mikro
Melalui holding ultra mikro, BRI memperluas layanan untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil.
Hingga kini, total 50 juta nasabah UMKM telah mendapatkan kredit, termasuk 36 juta nasabah ultra mikro.
“Hasil riset dari BRI Institute menunjukkan pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan edukasi agar mereka terbiasa menabung.
Saat ini, BRI melayani lebih dari 180 juta rekening tabungan nasabah UMKM,” jelas Sunarso.
- Pemberdayaan Desa Brilian
BRI juga membina 4.327 desa melalui program Desa Brilian, membantu ekonomi desa tumbuh sesuai potensi lokal, seperti desa wisata, desa kerajinan, dan desa pertanian.
- Agen BRILink
Dengan menggandeng lebih dari 1.064.000 Agen BRILink, BRI mengintegrasikan layanan keuangan dengan prinsip ekonomi berbagi
“Volume transaksi melalui Agen BRILink pada 2024 mencapai Rp 1.589 triliun. Transaksi ini dilakukan melalui warung-warung kelontong di seluruh Indonesia,” ujar Sunarso.
- Platform Digital untuk UMKM
BRI juga meluncurkan platform PARI (Pasar Rakyat Indonesia) dan Link UMKM untuk mendukung ekosistem usaha.
Link UMKM telah diakses oleh 8,9 juta pengguna, membantu pelaku usaha memahami status bisnisnya dan kebutuhan untuk naik kelas.
Selain fokus pada UMKM, BRI juga berkontribusi besar terhadap keuangan negara. Selama tiga tahun terakhir, perusahaan menyetorkan dividen dan pajak sebesar Rp 98,4 triliun.
“Pada 16 Januari lalu, kami mencicil dividen interim porsi negara sebesar Rp 10,8 triliun. Ini baru uang muka, pelunasannya setelah RUPS,” kata Sunarso dengan nada bercanda.
Dengan langkah-langkah strategis ini, BRI berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Mulai dari penyaluran kredit, pendampingan, hingga pengembangan inovasi digital, BRI memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang dan bersaing di tingkat global. (okta)
Editor : Riana M.