JAWA POS RADAR LAWU – Kasus mutilasi dengan korban seorang perempuan bernama Uswatun Khasanah warga Blitar membuat mata terbelalak. Terduga pelaku ternyata punya kedekatan dengan korban.
Diawali dengan penemuan jasad tanpa kepala di kaki dalam koper di Ngawi, Polda Jatim akhirnya berhasil meringkus terduga pelaku di Madiun. Selain itu, polisi juga mampu menemukan potongan tubuh korban yang dibuang di beberapa daerah.
Berbagai media memberitakan kabar ini melalui banyak platform. Berupa-rupa pendapat bermunculan. Termasuk, tentang terduga pelaku yang seolah seperti seorang psikopat. Hal itu terlihat saat terduga pelaku yang seolah tersenyum saat dibekuk oleh sejumlah anggota kepolisian. Ini cerita lengkap mutilasi terhadap ibu dua anak itu.
Ngawi Jadi Lokasi Awal Penemuan
Pertama, diawali dengan penemuan koper berisi mayat perempuan di Desa Dadapan, Kendal, Ngawi, Kamis (23/1).
Koper tersebut ditemukan di selokan dekat tempat pembuangan sampah (TPS), dibungkus rapi dengan bubble wrap dan selotip bertuliskan fragile handle with care.
Penemuan koper bermula ketika Yusuf (40), warga Desa Macanan, Jogorogo, sedang membuang sampah di TPS tersebut.
Dia melihat sebuah paket besar mencurigakan di selokan seberang TPS. Yusuf mencoba mengangkat koper yang terasa berat itu. Dia berpikiran isinya benda berharga.
Karena penasaran, setelah membuka sedikit koper itu, Yusuf mencium bau menyengat dari bedcover di dalam koper.
Merasa curiga, Yusuf melapor ke kepala desa setempat, Andik Bangga Sagita Rama.
Andik segera mengecek lokasi dan melaporkan temuan tersebut ke Polsek Kendal dan Polres Ngawi.
Tim inafis dan petugas Puskesmas Kendal yang tiba di lokasi mengonfirmasi bahwa koper tersebut berisi jasad perempuan. Namun, kondisi jasad itu tanpa kepala dan kaki.
"Dari cara membungkusnya yang sangat rapi, tampak bahwa pelaku terbiasa mengemas paket seperti ini," terka Andik kala itu.
Identitas Korban Diketahui
Kasus mulai menemui titik terang setelah pihak keluarga korban dari Blitar datang ke Ngawi.
Berdasarkan ciri-ciri fisik seperti tindik di atas pusar dan beberapa barang, pihak keluarga membenarkan bahwa itu adalah jasad Uswatun Khasanah.
Jasad tanpa kepala dan kaki itu lantas dibawa ke Blitar untuk dimakamkan. Tentu, itu sudah sesuai prosedur kepolisian dengan berbagai pengecekan.
Penangkapan Terduga Pelaku
Di samping itu, polisi terus melakukan penyelidikan kasus mutilasi ini.
Singkat cerita, terduga pelaku ditangkap di pertigaan makam Bulusari, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Madiun, Minggu (26/1) dini hari.
Penangkapan dilakukan saat pelaku berhenti di lampu merah mengendarai Toyota Voxy.
Yang mana, terduga pelaku tampak seolah tersenyum saat saat sejumlah polisi membekuknya. Ini seperti yang terpampang dalam video penangkapan yang beredar.
Bukannya merasa takut atau bagaimana, terduga pelaku malah layaknya seorang psikopat di film-film yang menyeringai tersenyum.
Kombes Pol Farman, Ditreskrimum Polda Jatim, membenarkan penangkapan tersebut.
"Pelaku sudah kami amankan, dan kami mendalami motifnya," ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan awal, terduga pelaku yang diketahui berinisial A itu ternyata merupakan suami siri korban.
Polisi masih masih terus mendalami motif perbuatan sadis seorang pria kepada istri sirinya itu.
Potongan Tubuh Lain Dibuang di Trenggalek dan Ponorogo
Di hadapan petugas, pelaku membeber lokasi pembuangan potongan tubuh korban.
Kepala korban dibuang di Desa Slawe, Watulimo, Trenggalek. Potongan anggota tubuh yang dibungkus plastik putih itu ditemukan di dekat sungai kecil.
"Kami membantu Polda Jatim mengamankan kepala korban, yang kemudian dibawa ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung untuk pemeriksaan forensik," ujar Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro.
Kemudian, kedua kaki korban ditemukan di tepi Jalan Raya Ponorogo-Magetan, masuk wilayah Desa Sampung, Ponorogo.
Potongan tubuh tersebut disimpan sementara di kamar mayat RSUD dr. Harjono, Ponorogo, untuk identifikasi lebih lanjut.
"Kami menerima permintaan dari Polda Jatim untuk mencari barang bukti di lokasi ini berdasarkan pengakuan pelaku," jelas AKP Rudy Hidajanto, Kasatreskrim Polres Ponorogo.
Kediri Diduga Lokasi Eksekusi
Setelah penangkapan, pelaku digelandang ke Kediri untuk pengembangan kasus.
Diduga kuat, Kediri adalah lokasi eksekusi mutilasi.
"Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut di wilayah Kediri," ujar AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
Peristiwa dengan alur cerita kelewat tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Uswatun Khasanah, seorang janda dengan dua anak dari Blitar, ditemukan tewas dalam kondisi tragis. Polisi, khususnya Polda Jatim, terus bekerja keras mengungkap seluruh fakta kasus mutilasi ini. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan