Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Israel Rencanakan Pengurangan Bantuan ke Gaza di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata

Oktaviani Sindy • Minggu, 5 Januari 2025 | 19:27 WIB
Israel rencanakan pengurangan bantuan ke Gaza, sementara negosiasi gencatan senjata dengan Hamas terus bergulir di tengah krisis kemanusiaan.
Israel rencanakan pengurangan bantuan ke Gaza, sementara negosiasi gencatan senjata dengan Hamas terus bergulir di tengah krisis kemanusiaan.

Jawa Pos Radar Lawu – Di tengah konflik yang kian memanas, Israel berencana mengurangi pasokan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. 

Langkah ini akan dilakukan bersamaan dengan transisi pemerintahan di Amerika Serikat setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden. 

Kebijakan tersebut sontak memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap jutaan warga Gaza yang bergantung pada bantuan tersebut.

Hingga akhir 2024, Israel telah memfasilitasi pengiriman lebih dari 1,26 juta ton bantuan ke Gaza melalui 63.416 truk dan 10.272 palet, menurut Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah (COGAT). 

Namun, dengan rencana pengurangan bantuan, distribusi di masa depan akan berkoordinasi dengan pemerintahan baru di AS, dengan mempertimbangkan kondisi bahwa Hamas masih berkuasa di Gaza.

Tak hanya itu, Israel juga mempertimbangkan opsi untuk menyerahkan distribusi bantuan kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF) atau perusahaan swasta.

Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kontrol atas bantuan yang diberikan, namun berpotensi memperburuk kondisi warga Gaza yang sangat bergantung pada pasokan ini.

Di sisi lain, pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas terus berlanjut di Doha, Qatar. 

Negosiasi ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza, pemulangan pengungsi, dan pembebasan sandera.

Proposal yang dibahas dikabarkan serupa dengan usulan Presiden Joe Biden pada awal 2024, yang terdiri dari tiga tahap.

Tahap pertama melibatkan penarikan pasukan Israel dari wilayah berpenduduk di Gaza selama enam minggu, disertai pembebasan sejumlah sandera sebagai imbalan atas pembebasan ratusan tahanan Palestina. 

Namun, tuntutan Israel untuk mempertahankan pasukan di koridor Philadelphia dan desakan Hamas agar mereka mundur menjadi kendala utama dalam perundingan ini.

Forum Sandera dan Keluarga Hilang, yang mewakili keluarga para sandera, mendukung dimulainya kembali pembicaraan tetapi mendesak agar proses ini tidak berlarut-larut. 

“Kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Ke-100 sandera yang ditawan di terowongan Hamas di Gaza tidak punya waktu untuk menunda perundingan,” tegas pernyataan mereka.

Rencana Israel untuk mengurangi bantuan kemanusiaan dan negosiasi gencatan senjata yang masih buntu menciptakan ketidakpastian bagi masa depan warga Gaza. 

Dengan situasi yang terus berkembang, harapan terletak pada keberhasilan dialog diplomasi yang dapat membawa solusi bagi krisis kemanusiaan dan konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. (okta)

Editor : Riana M.
#hamas #palestina #bantuan kemanusiaan #Ketidakpastian #Israel #negosiasi #Warga Gaza #amerika serikat #gencatan senjata