Jawa Pos Radar Lawu – Salah satu pelaku penembakan tragis bos rental di Rest Area KM 45 Tol Tangerang Merak berhasil diringkus polisi.
Ajat Supriatna (32), yang mengaku sebagai anggota TNI AU saat insiden terjadi, ditangkap di rumah saudaranya di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Jumat (3/1).
Kasatreskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, menjelaskan Ajat adalah bagian dari komplotan yang menyewa mobil Honda Brio milik korban Ilyas Abdurahman (IAS), bos rental mobil yang tewas dalam insiden tersebut.
Ajat disebut disuruh oleh pelaku lain, IM, untuk mencari mobil rental yang nantinya digadaikan.
"Dia hanya bertugas mencari mobil rental, lalu menyerahkannya kepada IM. Selanjutnya, mobil itu digadaikan, tapi IM tidak menyebut kepada siapa," kata Alfian dilansir Radar Lawu dari Radar Jombang.
Kronologi Penembakan Ilyas, Bos Rental, Pelaku Ngaku Anggota TNI AU
Insiden ini bermula ketika Agam Muhammad (26), anak IAS, bersama ayahnya melacak mobil rental menggunakan GPS setelah mengetahui dua perangkat GPS mobil dipotong pelaku di wilayah Pandeglang.
Mereka berhasil menghadang mobil Brio di pertigaan Saketi, Pandeglang.
Namun, situasi berubah tegang ketika Ajat mengeluarkan senjata api sambil mengancam.
"Dia bilang, 'Saya anggota TNI AU, awas kalian!', sambil menodongkan senjata," ungkap Agam.
Situasi semakin memanas ketika mobil Sigra hitam, yang diduga milik rekan pelaku, datang dan menabrak kendaraan tim rental. Kedua mobil pelaku pun melarikan diri.
Agam bersama tim kembali membuntuti pelaku hingga ke Balaraja, Tangerang.
Namun, meski telah meminta pendampingan dari Polsek, permintaan mereka ditolak.
"Petugas di Polsek konfirmasi ke Kapolsek, tapi hasilnya tetap tidak ada pendampingan. Padahal kami hanya ingin perlindungan karena tahu pelaku bersenjata," tambah Agam.
Penembakan Tragis Bos Rental di Rest Area
Aksi kejar-kejaran berakhir di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak, ketika mobil pelaku dihentikan.
Situasi berubah menjadi tragis ketika salah satu pelaku melepaskan lima tembakan, yang mengenai IAS di bagian dada dan tangan kiri hingga tewas, serta melukai Ramli Abu Bakar (60) di bawah ketiak kanan.
Meski sempat dilarikan ke RSUD Balaraja, nyawa IAS tidak dapat diselamatkan.
"Ayah saya terkena tembakan di dada dan tangan. Pak Ramli juga terluka. Kami hanya ingin keadilan untuk ayah saya," ungkap Agam dengan pilu.
Polisi Masih Memburu Pelaku Lain
Polisi terus memburu pelaku lain, termasuk IM, yang diduga menjadi otak penggadaian mobil rental.
Kasus penembakan bos rental ini memicu perhatian luas, terutama setelah muncul cerita mengenai permintaan pendampingan polisi yang ditolak. (kid)
Editor : Nur Wachid