Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Penyebab Kecelakaan Tol Malang, Truk Mundur Hantam Bus Tirto Agung di Tanjakan, Sopir Bus Asal Magetan

Aprilita Sari • Selasa, 24 Desember 2024 | 21:09 WIB
Kecelakaan bus vs truk di Tol Malang Pandaan.
Kecelakaan bus vs truk di Tol Malang Pandaan.

MALANG, Jawa Pos Radar Lawu – Kecelakaan maut terjadi di KM 77 Tol Pandaan-Malang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024), melibatkan truk tronton dan bus Tirto Agung yang mengangkut rombongan pelajar.

Kronologi kecelakaan bahwa kecelakaan bermula ketika truk kehilangan tenaga saat melaju di tanjakan dengan tikungan tajam.

Truk Gagal Menanjak dan Meluncur Mundur Hantam Bus di Tol Malang 

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis menjelaskan, truk yang melaju dari arah Surabaya menuju Malang tidak mampu menanjak.

Sopir truk sempat mencoba mengganjal kendaraan agar tidak meluncur, tetapi ganjalan tersebut tidak cukup kuat. Akibatnya, truk mundur secara tidak terkendali.

"Truk meluncur mundur, dan bus Tirto Agung yang melaju di belakangnya dengan kecepatan tinggi tidak dapat menghindar. Kecelakaan tak terelakkan, bus terguling dan melintang di tengah jalan," ujar Putu, Senin (23/12/2024).

Empat Orang Tewas, Sopir Bus Korban Kecelakaan Tol Malang Asal Magetan  

Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga Untung Subagyo, sopir bus Tirto Agung yang menjadi salah satu korban jiwa dalam kecelakaan maut di Tol Pandaan-Malang.

Jenazah pria 46 tahun itu tiba di rumah duka di Desa Bangunasri, Kecamatan Barat, Magetan, pada Selasa (24/12/2024) pukul 04.30 WIB.

Setelah disemayamkan, jenazah almarhum dimakamkan pada pukul 09.45 WIB diiringi isak tangis keluarga.

Tragedi kecelakaan yang terjadi pada Senin (23/12/2024) sore tersebut merenggut empat nyawa, termasuk Untung yang dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Sepuluh hari sebelum insiden nahas itu, ia baru saja menikahkan putri pertamanya.

“Kami sama sekali tidak menyangka musibah ini akan terjadi. Hanya sepuluh hari lalu (14/12/2024), almarhum masih sempat pulang untuk menikahkan putri sulungnya,” ungkap Sulistyono, kerabat almarhum, dengan suara bergetar.

Winarsih, istri almarhum yang berusia 46 tahun, tampak tak kuasa menahan tangis saat mengantar jenazah suaminya ke tempat peristirahatan terakhir.

“Saat pamit terakhir, almarhum hanya bilang akan menjemput rombongan siswa dari Bogor. Tidak terpikir itu menjadi pertemuan terakhir kami,” tuturnya dengan penuh haru.

Untung telah menekuni profesinya sebagai sopir bus selama puluhan tahun. Meski sering berpindah-pindah perusahaan otobus (PO), pekerjaan tersebut menjadi tumpuan hidup bagi keluarganya.

Selain meninggalkan istri dan putri sulung yang baru dinikahkannya, Untung juga meninggalkan seorang putra yang masih duduk di bangku SMK.

“Menjelang libur akhir tahun, almarhum biasanya banyak menerima pekerjaan tambahan. Apalagi saat musim liburan sekolah seperti sekarang, ia jarang pulang ke rumah,” tambah Sulistyono, menggambarkan ketekunan almarhum dalam menghidupi keluarganya.

Kecelakaan Tol Malang ruas Pandaan menjadi warning bagi pengendara, selain tanjakan ekstrem, lokasi juga rawan kecelakaan. (ril/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#penyebab #magetan #bus #truk #sopir #korban #kecelakaan #tol malang