Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sang Ayah Meninggal, Menteri Sekretaris Negara Mensesneg Prasetyo Hadi Tak Kuasa Tahan Tangis saat Pemakaman Mendiang di Ngawi

Asep Syaeful • Rabu, 18 Desember 2024 | 00:09 WIB
Duka Mensesneg Prasetyo Hadi saat ayahnya, Sadiran Bau Kuntjoro, dimakamkan di TPU Kranggan, Kelurahan Margomulyo, Ngawi, pukul 10.00 WIB, Selasa 17 Desember 2024.
Duka Mensesneg Prasetyo Hadi saat ayahnya, Sadiran Bau Kuntjoro, dimakamkan di TPU Kranggan, Kelurahan Margomulyo, Ngawi, pukul 10.00 WIB, Selasa 17 Desember 2024.

NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Sang ayah mensesneg asli Kabupaten Ngawi itu, Sadiran Bau Kuntjoro, meninggal pada Senin 16 Desember 2024 sekitar pukul 11.30 WIB.

Mendiang dimakamkan di TPU Kranggan, Kelurahan Margomulyo, Ngawi, pada Selasa 17 Desember 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.

Ayah mensesneg menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit JIH Yogyakarta akibat sakit yang diderita.

Sadiran berpulang di usia 77 tahun.
Diketahui, Sadiran dikenal sebagai Ketua Penasihat DPC Partai Gerindra Ngawi.

Dia sekaligus tokoh senior di bidang pendidikan.

Pemakaman mendiang berlangsung khidmat di TPU Kranggan.

Tampak suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman.

Mensesneg Prasetyo Hadi dan adiknya, Darmawan Sutanto yang juga anggota DPRD Jawa Timur, tak kuasa menahan tangis saat sang ayah dimakamkan.

Sejumlah pejabat pusat dan daerah turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Seperti DPR RI Budi Kanang Sulistyono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta wakilnya, serta Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi.

Prasetyo Hadi mengenang sosok ayahnya sebagai tokoh yang berjasa besar di dunia pendidikan Ngawi.

Dia menyebutkan bahwa ayahnya pernah mengabdikan diri selama puluhan tahun sebagai guru dan kepala sekolah.

Hingga dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan Ngawi pada 2001–2003.

“Bapak sangat peduli dengan pendidikan. Prinsip beliau, pendidikan harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa ada pengecualian,” kata Prasetyo usai pemakaman.

Menurutnya, banyak sekolah di daerah terpencil yang dibangun atas upaya ayahnya.
Lebih lanjut, Prasetyo juga mengenang pesan almarhum yang selalu mendidik anak-anaknya untuk bekerja keras.

Selain itu juga peduli pada sesama, dan bermanfaat bagi banyak orang.

“Bapak selalu bilang, lebih penting menjadi orang baik daripada menjadi orang penting,” kenang Prasetyo.

Pemakaman mendiang ayah Menteri Sekretaris Negara Mensesneg Prasetyo Hadi telah dilaksanakan dengan khidmat.

Para pelayat terus berdatangan ke rumah duka di Gang Dahlia 2, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Mereka turut berduka cita atas meninggalnya Sadiran Bau Kuntjoro. (sae/den)

Editor : Deni Kurniawan
#meninggal #ayah #Prasetyo Hadi #ngawi #mensesneg #Menteri Sekretaris Negara #pemakaman