Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Penyebab Serangan Ulat Bulu Viral di Gunung Kidul, Sebelumnya di Ponorogo dan Probolinggo, Jawa Timur, Ini Penjelasan Peneliti

Nur Wachid • Selasa, 19 November 2024 | 02:52 WIB

Ulat bulu menyerang warga Lingkungan Mayak, Kelurahan Mangkujayan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
Ulat bulu menyerang warga Lingkungan Mayak, Kelurahan Mangkujayan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)

Jawa Pos Radar Lawu, - Video viral serangan ulat bulu yang belakangan beredar terjadi di Gunung Kidul, Jawa Tengah, ternyata bukanlah fenomena kali pertama.

Akun tiktok @arintaadl mengunggah video 14 detik, menampakkan seorang wanita yang mengendarai sepeda motor di Kawasan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Video kemudian menunjukkan tubuhnya dipenuhi ulat jati. Video itupun viral di media sosial dan mendapat berbagai reaksi dari publik.

Bahkan ulat bulu juga masuk ke rumah warga, dapur, kamar, dan teras. Belakangan diketahui, ternyata fenomena tersebut terjadi setiap tahun.

"Kok baru viral ya,, pdhal itu selalu terjadi tiap tahun sekali ," komen @heny_kusniaw*** di akun Instagram @lambe_turah.

Jawa Pos Radar Lawu, sebelumnya melaporkan kejadian serupa terjadi di Ponorogo, Jawa Timur pada April 2024 lalu.

Saat itu, teror ulat bulu menyerang Lingkungan Mayak, Kelurahan Ronowijayan, Ponorogo, Jawa Timur hingga menyebabkan belasan warga mengungsi.

Sebelumnya, pada 2011 lalu, ulat bulu juga mewabah di Probolinggo, Jawa Timur. Selain mengganggu pertanian, ulat bulu juga meresahkan warga lantaran membuat gatal.

Fenomena serangan ulat bulu menjadi perhatian para peneliti, salah satunya Mukhamad Fatoni dari Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Mts Nurul Huda Sukaraja, OKU Timur.

Dalam penelitiannya berjudul Analisis Ilmiah Wabah Ulat Bulu di Probolinggo, ia mengulas bahwa wabah ini berkaitan erat dengan ketidakseimbangan ekosistem di suatu wilayah.

Baca Juga: One Piece 1132 Prediksi dan Spekulasi, Luffy Cari Kunci Rantai untuk Bebaskan Loki, Shiki Punya Koneksi dengan Elbaph

Ketidakseimbangan Rantai Makanan Potensi Penyebab Serangan Ulat Bulu

Menurut Liang Kaspe, Ketua Unit RS Hewan dan Pendidikan Setail, hilangnya keseimbangan ekosistem dalam rantai makanan menjadi penyebab utama ledakan populasi ulat bulu.

Populasi burung pemakan ulat dan semut keranggang yang biasa memangsa ulat bulu mengalami penurunan signifikan.

“Banyak burung yang ditangkap atau ditembak oleh manusia. Selain itu, semut keranggang yang masih berupa kroto (telur) sering diambil oleh warga untuk dijual,” ungkapnya.

Ketidakseimbangan ini memicu peningkatan populasi ulat bulu secara drastis, karena predator alami mereka semakin berkurang.

Pengaruh Faktor Biotik dan Abiotik

Pandangan lain datang dari Rosichon Ubaidillah, Peneliti Serangga Bidang Parasit LIPI.

Berdasarkan teori entomologi, dinamika populasi serangga dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik.

“Faktor biotik mencakup musuh alami ulat bulu dan ngengat, seperti predator, parasit, dan patogen yang menyebabkan penyakit pada ulat. Sedangkan faktor abiotik adalah elemen yang berasal dari luar lingkungan alami mereka,” jelas Rosichon.

Dengan hilangnya musuh alami serta perubahan pada faktor lingkungan, ledakan populasi ulat bulu menjadi tak terhindarkan.

Penurunan populasi predator alami akibat eksploitasi manusia dan dinamika ekosistem menjadi kunci dalam memahami wabah ulat bulu. Upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi aktivitas yang merusak rantai makanan sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serangan ulat bulu terulang. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#penyebab #penjelasan #fenomena #jawa timur #peneliti #teror #serangan #ulat bulu #viral #probolinggo #gunung kidul #ponorogo